Gol Tangan Tuhan Milan Bikin Lazio Merana

ITALIA – Munculnya gol tangan tuhan jelas sering memunculkan banyak pembahasan.

Maradona cukup dikenal dengan julukan gol tangan tuhan, setelah dirinya mencetak gol untuk Timnas Argentina, saat mengalahkan Inggris 2-1 dalam perempatfinal Piala Dunia 1986 di Meksiko.

Saat itu legenda Argentina, Diego Armando Maradona, melompat tinggi untuk menyambut umpan Jorge Valdano dari tengah lapangan.

Sadar kepalanya tak mampu menjangkau bola, Maradona kemudian menggunakan tangan kirinya untuk menceploskan gol ke gawang Peter Shilton.

Munculnya video assistant referee (VAR), ternyata tak membuat gol tangan tuhan seperti yang Maradona lakukan bisa batal menjadi sebuah gol sah.

Lazio dipaksa gigit jari setelah striker AC Milan, Patrick Cutrone. Dia mencetak gol handball dalam laga Seri-A di San Siro, Senin (29/1/2018) dini hari WIB. Gol tersebut ikut berkontribusi dalam kemenangan 2-1 untuk Milan atas Si Elang, julukan Lazio.

“Itu (kesalahan VAR) yang luar biasa. Mereka (wasit) harus menjelaskannya pada kami. Ada sebuah tendangan bebas dibelokkan oleh tangan,” kritik Pelatih Lazio, Simone Inzaghi, seperti dilansir Football Italia, Senin.

Amarah Inzaghi bermula saat Milan mendapat tendangan bebas di sisi kanan pertahanan timnya di awal babak pertama. Sepakan Hakan Calhanoglu sukses disambut Cutrone untuk dikonversi menjadi gol pertama Milan.

Proses gol ini sebenarnya cantik karena Cutrone jeli mencari ruang kosong untuk menyambar bola di tengah kerumunan pemain di kotak penalti. Sayang gol tersebut diceploskan sambil membelokkan bola memakai tangan.

Sekilas gol tersebut dilakukan via sundulan karena Cutrone menyamarkan gerakan tangannya seirama dengan ayunan kepala. Gol ini sepatutnya tidak sah karena tangan striker 20 tahun itu dalam keadaan aktif.

Artinya bola tidak akan mengarah ke gawang andai tak mengenai tangan Cutrone. Namun hal tersebut luput dari pandangan Wasit Massimiliano Irrati.

Inzaghi geram dengan teknologi VAR yang tidak melihat kejadian. Padahal keberadaan VAR berfungsi untuk mendeteksi situasi meragukan untuk kemudian menginterupsi pertandingan dan mengganti keputusan wasit.

Inzaghi semakin mangkel karena Cutrone tak mengakui kesalahannya. “Saya bertanya pada Cutrone seusai pertandingan, dia berkata itu pantulan, padahal jelas bukan.”

Pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso, mengakui gol Cutrone tak seharusnya disahkan. Meski demikian dia menilai Rossoneri layak menang karena membuat banyak peluang sepanjang pertandingan.

 Namun hanya dua yang berbuah gol yakni lewat Cutrone dan Giacomo Bonaventura jelang jeda. Lazio sendiri hanya mampu membalas lewat aksi Adam Marusic di menit ke-20.

Ini adalah kemenangan ketiga beruntun Milan di Seri-A yang membuat mereka naik ke posisi ketujuh.

 “Sejujurnya, saya mengira itu adalah sundulan saat pertama melihatnya. Tapi setelah melihatnya lagi dari sudut yang tepat, itu adalah gol yang seharusnya tidak sah. Namun tidak adil jika hanya membahas satu insiden,” tutur Gattuso.

jaladwara