Menanti Kiprah Bocah Ajaib Asal Kamboja di Liga Malaysia

Chan Vathanaka saat diperkenalkan sebagai pemain baru Fujieda MYFC awal tahun lalu. Foto : Official J League

PAHANG – Para pecinta sepak bola Malaysia tengah bersiap dengan aksi wonderkid Kamboja, Chan Vathanaka. Pemain baru Pahang FA ini diprediksi akan menjadi bintang baru di Asia Tenggara.

Chan memang baru berusia 23 tahun. Namun bila melihat kiprahnya bersama Boeung Ket Angkor pada 2012-2017, siapapun akan terbelalak. Dia mencetak 116 gol dalam 90 pertandingan. Rekor itu pula yang akhirnya melirik klub Jepang, Fujieda MYFC untuk meminjamnya.

Sayang bersama klub kasta ketiga Jepang itu, Chan meredup. Dia tak sekalipun diturunkan dalam pertandingan resmi. Tanpa berlama-lama dia memilih pulang ke Asia Tenggara dan menerima pinangan Pahang FA.

Pengoleksi 13 gol untuk Timnas Kamboja ini bukan wajah baru bagi publik Negeri Jiran. Dua kali gawang Harimau Malaya dirobek pada gelarang Piala AFF 2016. Sayangnya, ketajamannya tak didukung para pemain lain. Gawang Kamboja jebol tiga kali, hingga Membuat Malaysia menang 3-2.

Sosok pelatih asal Brazil Leonardo Vitorino yang membuat Chan pilih meninggalkan Jepang. Pelatih Timnas Kamboja itu menyebut, keberadaannya di Jepang sangat bagus. Namun bila tak ditunjang menit bermain yang cukup, Chan akan kehilangan sentuhannya.

“Dia harus pergi dari sana dan datang ke Asia Tenggara. Dia harus bermain ke tingkat lebih tinggi dan dia bahkan tidak bermain (di Jepang). Dia terlalu baik berada dalam situasi tersebut. Thailand atau Malaysia akan bagus untuknya,” tutur Leonardo kepada FOX Sport Asia.

Karir bersama Fujieda memang tak sesuai keinginannya dan semua masyarakat Kamboja. Namun Chan melihat ada banyak pelajaran yang didapatnya selama di Jepang. Dia merasa ada banyak perubahan yang telah terjadi selama semusim bersama Fujieda.

“Meskipun saya tidak biasa (bermain) dengan Fujieda, saya mendapatkan pengalaman disana. Komunikasi adalah masalah terbesar. Tapi saya menganggapnya sebagai tantangan dan secara keseluruhan, saya banyak melakukan perbaikan di Jepang,” ucap Chan.

Chan adalah orang pertama Kamboja yang bisa menembus Liga Malaysia. Dia berharap bisa memenuhi ekspektasi klub maupun para penggemarnya. “Saya berharap semuanya akan sesuai keinginan saya disini.”

Langkah Chan kemudian diikuti pemain Kamboja lain. Salah satunya Keo Sokpheng yang bergabung dengan PKNP FC Perak. Torehan 27 gol bersama klub sebelumnya, Phnom Penh Crown diharapkan bisa menular ke klub yang bermarkas di Perak tersebut.

Kehadiran dua penyerang Kamboja patut diwaspadai penyerang Indonesia di Malaysia, Ferdinand Sinaga dan Ilhamudin Armayn. Meski keduanya datang dari liga dan negara yang levelnya lebih tinggi dari Kamboja, bisa saja sinar keduanya akan tertutup semangat para pemain Kamboja.

Pada kompetisi mendatang, Ferdinand akan membela Kelantan FA. Sementara Ilhamudin bersama Evan Dimas Darmono berseragam Selangor FA.

Nofik Lukman Hakim