Penyanyi Italia Ini Ternyata Seorang “Anti-Juventus”

Andrea Bocelli (kiri). Foto : Official Andrea Bocelli

MILAN – Juventus menjadi satu dari sederet klub sukses di Italia. Bahkan Juventus menjadi klub yang memiliki stadion sendiri, dimana para rivalnya masih menumpang stadion milik pemerintah setempat.

Namun kesuksesan itu tak membuat semua warga Italia membanggakan Juventus. Ada pula yang begitu “Anti-Juve”, karena begitu mengidolakan klub rival, salah satunya Inter Milan.

Satu dari “anggota” yang tergabung dalam Anti-Juventus adalah penyanyi terkenal Italia, Andrea Bocelli. Pria dengan penjualan rekaman diatas 80 Juta itu mengungkapkan bahwa dirinya seorang Anti-Juventus.

“Saya selalu menjadi penggemar Inter, tapi yang terpenting saya anti Juventus,” kata Bocelli seperti dilansir Football Italia, Jumat (12/1/2018).

“Semangat saya untuk Nerazzurri berasal dari tahun-tahun saya di perguruan tinggi, ketika ‘Grande Inter’ (pada era 1960-an) memenangkan semua hal di Italia dan dunia.”

“Hanya anak termuda saya, yang baru berusia lima tahun, belum mempunyai hasrat untuk Inter. Tapi saya sedang melakukannya dan saya pikir saya akan berhasil.”

Bocelli masih ingat ketika Inter memenangkan tiga gelar sekaligus dalam setahun. Saat menjadi juara Liga Champions, penyanyi yang kehilangan penglihatan karena terkena hantaman bola di matanya ini, berkumpul dengan rekan-rekannya. Mereka menyaksikan lewat layar kaca, sementara dia mendengarkan lewat siaran radio.

Memantau pertandingan lewat Radio ternyata menjadi keberuntungan tersendiri buatnya. Pasalnya, siaran radio menghadirkan informasi lebih cepat, dibanding televisi. Dalam kumpulan itu dia menjadi orang pertama yang merayakan gol Inter Milan datang.

“Saat Inter menjadi juara Liga Champions? Saya bersama teman-teman menyaksikan televisi, tapi saya mendengarkan permainan itu di radio. Suara reporter terdengar beberapa detik lebih cepat sebelum gambar di televisi.”

“Ketika saya mendengar gol di awal, saya bisa memanjakan teman-teman saya (lewat informasi gol lebih cepat). Trebble (tiga gelar) adalah saat yang menggembirakan.”

Nofik Lukman Hakim