Pemain Indonesia Jadi Pemain ASEAN Terbanyak di Liga Super Malaysia

Ilham Udian bersam Evan Dimas saat diresmikan tim Selangor FA. FOTO: Selangor FA

MALAYSIA – Bursa transfer di Liga Malaysia untuk musim 2018 tahap pertama sudah ditutup pada pekan lalu (11/2/2018). Puluhan pemain dari luar Malaysia dipastikan akan berjuang dengan klub masing-masing yang dibelanya musim ini.

Yang cukup mengagetkan, ternyata cukup banyak pemain dari Indonesia yang berkarir di Malaysia musim ini. Bahkan dari golongan Asia Tenggara, Indonesia ada di jumlah terbanyak, khusus yang berkarir di kasta tertinggi di Negeri Jiran.

Dilansir dari Berita Harian, ada empat dari 12 klub peserta Liga Super Malaysia 2018 yang mendatangkan pemain asal Indonesia.

Andik Vermansah jadi pemain yang “langgeng” tampil di Malaysia sejak kedatangannya ke Selangor tahun 2013. Musim 2018 ini, mantan pemain Persebaya Surabaya tersebut bergabung dengan Kedah FA.

Kepastian Andik gabung Kedah terbilang last minute, karena ia dikabarkan resmi jadi bagian skuad Hijau Kuning pada Jumat malam (9/2/2018) dan dikenalkan secara resmi pada Sabtu pagi (10/2/2018).

Di sisi lain, Selangor FA masih melanjutkan tradisi diperkuat pemain asal Indonesia. Andik yang tak diperpanjangkan kontraknya, ternyata Selangor mendatangkan eks duo Bhayangkara FC, yakni Evan Dimas dan Ilham Udin Armaiyn, yang gabung tim Gergasi Merah.

Selangor jadi klub di Malaysia yang paling banyak merekrut pemain asal Indonesia pada musim ini. Klub lain hanya mendatangkan satu pemain Indonesia.

Di kubu Kuala Lumpur FA terselip nama Achmad Jufriyanto, sedangkan di klub Kelantan FA ada eks striker PSM Makassar, Ferdinand Sinaga. Sayang baik Kuala Lumpur FA maupun Kelantan FA saat ini ada di posisi papan bawah, laga berikutnya jelas kedua pemain ini diharapkan bisa mendongkak performa tim yang dibelanya.

Sebenarnya masih ada satu pemain Indonesia lagi di Liga Malaysia, David Laly tahun iniberseragam Felcra FA yang terjun di kompetisi kasta kedua di Malaysia, yakni Liga Primier Malaysia.

Menurut data, ada 15 pemain ASEAN yang berkiprah di tim-tim kasta tertinggi Malaysia. Di bawah Indonesia, ada Singapura dan Kamboja yang menyusul di posisi kedua, masing-masing dengan menyumbang sebanyak empat pemain.

Delapan pemain Singapura dan Kamboja itu tersebar di enam klub, yakni Johor Darul Ta’zim, Pahang FA, Melaka United, PKNS FC, Terengganu FC, dan Negeri Sembilan.

Di peringkat ketiga negara penyumbang terbanyak pemain ASEAN di Liga Super Malaysia, ada Filipina. Filipina menyumbang sebanyak dua pemain, masing-masing memperkuat Kedah FA dan Perak FA.

Secara keseluruhan, 15 pemain asing ASEAN itu sudah didaftarkan dan sah berkiprah musim ini di Liga Super Malaysia. Seluruh kontestan kasta tertinggi Liga Malaysia, 12 tim, memanfaatkan regulasi pemain asing ASEAN.

Seperti diketahui, mulai musim 2018, Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan operator kompetisi FMLLP, menerapkan aturan adanya pemain asing ASEAN. Aturan ini melengkapi regulasi pemain asing sebelumnya, sehingga musim ini aturan yang berlaku adalah 3+1+1, yakni tiga pemain non Asia, satu pemain Asia, dan satu pemain ASEAN.

Namun, setiap klub hanya boleh menurunkan empat pemain asing dalam satu pertandingan atas asas keadilan dengan klub kasta kedua, Liga Premier Malaysia, yang hanya boleh merekrut empat pemain asing.

Pemain ASEAN di Liga Super Malaysia 2018, berikut daftarnya:

Indonesia

Evan Dimas, Ilham Udin Armaiyn (Selangor FA), Andik Vermansah (Kedah FA), Achmad Jufriyanto (Kuala Lumpur FA), Ferdinand Sinaga (Kelantan FA)

Singapura

Harris Harun (Johor Darul T’azim), Shahdan Sulaiman (Melaka United), Safuwan Baharuddin (Pahang FA), Faris Ramli (PKNS FC)

Kamboja

Chan Vathanaka (PKNS FC), Keo Sokpheng (PKNP FC), Bin Chanthacheary (Terengganu FC), Prak Mony Udom (Negeri Sembilan)

Filipina

Alvaro Silva (Kedah FA), Misagh Bahadoran (Perak FA)

jaladwara