Brasil Hentikan 22 Laju Tak Terkalahkan Jerman

Philippe Coutinho berebut bola dengan pemain Jerman Ilkay Gundogan. Foto: Official Twitter Timnas German

Jerman merasakan kekalahan perdananya setelah dua tahun terakhir ini tidak mencatat kekalahan. Brasil menghentikan 22 serial laju tak terkalahkan Jerman.

Jerman melakukan banyak perubahan pada timnya saat melawan Brasil di Berlin, Rabu (28/3/2018). Pelatih Jerman, Joachim Low lebih banyak menurunkan pemain mudanya. Mereka adalah Niklas Sule, Leon Goretzka, Julian Brandt, Leroy Sane dan Timo Warner diturunkan sejak menit pertama.

Gol tunggal Brasil dicetak Gabriel Jesus di menit 37. Gol ini merupakan kerjasama Jesus dan Willian. Pemain Chelsea ini mengirimkan umpan kepada Jesus. Lantas pemain Mancehster City ini menanduknya.

Dengan hasil itu, Brasil kembali merasakan kekalahan. Kali terakhir Jerman merasakan kekalahan adalah saat ditumbangkan Perancis di semifinal Piala Eropa 0-2.  Semenjak itu timnya Low berhasil melewati 22 pertandingan tanpa terkalahkan. Die Mannschaft mencatat 16 kemenangan dan sisanya berakhir imbang.

Bagi Brasil, catatan kemenangan ini setidaknya bisa menjadi pelipur lara atas kekalahan empat tahun lalu. Saat itu Brasil dihempaskan oleh Jerman 7-1 di semifinal Piala Dunia. Menyakitkan lagi, kekalahan itu terjadi di depan pendukung Brasil.

“Itu bukan hari kami hari ini. Itu bukan permainan yang kami bayangkan. Automatisme tidak bekerja, kami kekurangan keseimbangan. Bahasa tubuh kami tidak bagus, permainan posisi kami tidak bagus, kami tidak memberikan tekanan yang cukup pada mereka, kami tidak memiliki kecepatan,” katanya dia mengutip Espn.

Low melakukan tujuh perubahan dalam starting XI dalam laga ini dibandingkan saat melawan Spanyol. Low lebih banyak memberikan kesempatan kepada pemain mudanya. Saat melawan Brasil, tim ini layaknya tim B dari skuat Timnas Jerman.  “Kami tahu bahwa akan ada masalah. Pemain mudah masih perlu terbiasa bermain untuk Timnas melawan tim yang memiliki tingkat tinggi seperti itu.

Namun demikian, manajer Jerman mengaku dirinya tidak khawatir. Low menjelaskan bahwa semua pasukannya membutuhkan lebih banyak waktu untuk berlatih bersama. Sehingga mereka dapat mengembangkan dan mengasah sistem yang dapat bekerja secara independen.

“Anda dapat meyakini bahwa kami akan meningkat. Saya tidak khawatir dengan kekalahan 1-0 oleh salah satu favorit untuk memenangkan turnamen. Saya tidak benar-benar peduli dengan apa pun pada tahap ini. Saya tahu bahwa kami mampu melakukan lebih banyak lagi, “ jelasnya.