Jerman vs Brasil, Joachim Low: Pembalasan Kekalahan 7-1 Tak Akan Terulang

Pelatih Jerman, Joachim Low. Foto: Offiacial Twitter Timnas Jerman

Pelatih Jerman Joachim Low meyakini kekalahan  7-1 yang diberikan timnya kepada Brasil pada 2014 menjadi motivasi bagi juara dunia lima kali untuk berkembang. Brasil akan bertemu dengan Jerman untuk pertama kalinya setelah ‘penghinaan’ yang dialami Brasil empat tahun lalu dalam sebuah laga persahabatan Rabu (28/3/2018).

Jerman membantai Brasi 7-1 di semifinal Piala Dunia Brasil 2014. Pada akhirnya Jerman yang meraih trofi ini setelah mengalahkan Argentina 1-0 dalam final.  Usai kekelahan itu, Brasil berbenah. Termasuk mengganti pelatihnya, dari Dunga menjadi Tite.

Di bawah Tite, Selecao telah memantapkan diri mereka sebagai salah satu favorit untuk Rusia 2018. Tite membawa Brasil melaju ke Rusia dengan menempati posisi teratas dalam kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Conmebol.

“Skor 7-1 menjadi beban yang lebih besar bagi Brasil daripada bagi kami. Bagi kami, permainan itu tentu saja sukses besar, tetapi itu hanya satu langkah di jalan kami menuju juara. Menengok ke belakang, satu hari setelah pertandingan kami sudah melupakannya. Fokus kami bergeser ke final dan melawan Argentina. Itu adalah tujuan yang paling penting, “ jelas Low.

Low menyadari kekalahan itu pasti masih membekas di benak para penggawa Brasil. Terlebih lagi sebagian pemain Brasil di Piala Dunia 2014 masih akan bermain dalam Piala Dunia Rusia 2018.

“Tentu saja, Brasil menginginkan semacam balas dendam dan berharap untuk memperbaiki kekalahan itu sampai batas tertentu, tetapi itu tidak mungkin. Anda tidak bisa mengulang kejadian itu, “ kata Low.

Low merasa kekalahan Brasil di tahun 2014 tak akan terjadi lagi. Pasalnya  Tite menyelaraskan etos kerja kolektif yang kuat dengan bakat adat mereka dan timnya sendiri. Jerman dan Brasil secara tradisional bermain dengan gaya yang jelas dan berbeda.

“Anda tidak bisa mengatakan bahwa Brasil memiliki pemain individu yang lebih baik tetapi Jerman adalah tim yang lebih baik. Brasil memiliki banyak pemain yang memiliki keterampilan hebat dengan bola. Semua orang ingin memiliki bola dan menyempurnakannya dengan bola. Tapi kami sekarang juga memiliki pemain dengan keterampilan hebat dengan bola, “ jelas Low.