Lawan Barca, AS Roma Dianggap Layaknya Domba yang Dikorbankan

Pemain AS Roma, Edin Dzeko melakukan selebrasi. Foto: Twitter AS Roma

AS Roma harus berjibaku melawan Barceloa di babak perempatfinal Liga Champions. Banyak yang berpendapat bahwa Roma layaknya anak domba yang dikorbankan saat melawan Barcelona. Tapi bagi pemain AS Roma, Edin Dzeko, anggapan itu tidak benar. Ia yakin timnya bisa unjuk gigi saat lawan Barca.

Jalan AS Roma untuk bisa melaju lebih jauh ke Liga Champions sangat terjal. Di babak fase grup mereka berada di grup neraka, bersama Chelsea dan Atletico Madrid. AS Roma pada akhirnya bisa keluar dari fase grup.

Di babak 16 Besar, Roma melawan Shakhtar Donetsk. Dengan keunggulan gol tandang, Roma melaju ke perempatfinal kembali dalam sepuluh tahun terakhir. Lolos dari 16 Besar, Roma mendapatkan pengundian yang sulit. Lawannya adalah tim unggulan juara Liga Champions, Barcelona.

Banyak yang beranggapan bahwa Roma layaknya domba yang dikorbankan melawan Barcelona. Tapi pemain AS Roma, Edin Dezko mempercayai bahwa timnya bisa unjuk gigi melawan Lionel Messi, dkk.  Giallorossi pernah menyebabkan kekacauan di Liga Champions  musim ini. Pada fase grup, AS Roma finis menjadi juara grup mengalahkan Chelsea dan Atletico

“Barcelona favorit bukan hanya untuk perempat final, tapi untuk memenangkan seluruh Liga Champions tahun ini. Jika kita bermain sebagai tim, maka kita bisa melakukan sesuatu yang baik. Saya tidak ingin itu seperti klise. Bermain sebagai tim dan mengingat setiap anggota penting adalah satu-satunya cara untuk bersaing dengan klub besar ,” kata Dzeko kepada situs Bosnia Novilist.hr.

Roma dan Juventus melaju di perempat final Liga Champions. Untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun terakhir, dua tim Italia berhasil melaju ke perempatfinal.

“Ini adalah pertama kalinya sejak 2007 bahwa dua tim Italia telah mencapai tahap ini, jadi ini merupakan hasil bagus bagi sepak bola Italia, terutama tahun di mana Timnas-nya gagal lolos ke Piala Dunia 2018. Sepak bola Italia membaik dari tahun ke tahun, jadi saya tidak terkejut bahwa dua klub mencapai delapan besar, “ kata mantan pemain Manchester City ini mengutip Football Italia.