UEFA Stop Penyelidikan Tindakan Rasisme, Begini Komentar Striker Dortmund

Selebrasi striker Michy Batshuayi saat laga debutnya bersama Borussia Dortmund. Foto: Twitter Borussia Dortmund

Striker Borussia Dortmund, Michy Batshuayi mengaku mendapatkan perlakuan rasis saat pertandingan lawan Atalanta. UEFA menyatakan akan melakukan penyelidikan itu. Kini UEFA telah menutup kasus itu dan tidak akan memberikan sanksi kepada Atalanta terkait dugaan rasisme pada Mischy Batshuayi.

Pada laga 32 Besar Liga Europa pada awal Maret lalu, mempertemukan Borussia Dortmund dan Atalanta. Pemain berusia 24 tahun, yang dipinjamkan ke Dortmund dari Chelsea, mengklaim bahwa nyanyian monyet telah diarahkan kepadanya dari penggemar tuan rumah selama pertandingan leg kedua babak 32 besar di Italia.

Atalanta menghadapi tuduhan perilaku rasis, penyalaan kembang api, melempar benda-benda.  Sementara Dortmund dituduh menyalakan kembang api dan melemparkan benda-benda. Sisi Serie A didenda  34.000 euro untuk insiden pada 22 Februari, tetapi proses disipliner yang berkaitan dengan pelecehan rasial ditutup.

“CEDB (kontrol, etika dan badan disipliner) telah memutuskan untuk menutup proses disipliner terbuka untuk perilaku rasis atau diskriminatif,” kata UEFA dalam sebuah pernyataan.

Batshuayi tidak terkesan dengan keputusan itu. Ia menanggapinya dengan unggahan di twitte. “LOL. Pasti imajinasiku, hanya diikuti suara monyet. Siapa yang peduli? Hei, ini tahun 2018…, “ cuit eks striker Chelsea.