Ada Andil Munchen dalam Kemenangan Real Madrid

Aksi pemain Bayern Munchen, Thomas Muller. Foto: Official Twitter Bayern Munchen

Bayern Munchen kalah 1-2 dari Real Madrid dalam laga leg 1 semifinal Liga Champions. Thomas Muller ingin Bayern Munich untuk menunjukkan keunggulan klinis melawan Real Madrid pekan depan.

Bayern Munchen menjamu Real Madrid di Allianz Arena, Kamis (26/4/2018). Harapan tuan rumah membuncah saat Joshua Kimmich mencetak gol pada menit 28. Tertinggal satu gol tak membuat Real Madrid patah arang. Usaha mereka menuai hasil lewat gol Marcelo di menit 44. Hingga turun minum skor imbang 1-1.

Pada babak kedua, Zidane mengganti Isco dengan Asensio. Isco diganti karena mengalami cedera. Pergantian ini membuahk hasil. Pasalnya Asensio ini yang menjadi penentu kemenangan. Ia mencetak gol pada menit 57.

Bayern memiliki lebih banyak tembakan dan mendominasi penguasaan bola. Menurut Espn, Munchen menguasai bola hingga 60 persen. Mereka berhasil melepaskan tembakan 17, di mana 5 di antaranya on target. Real Madrid hanya mampu memciptkan 7 tembakan, 4 di antaranya tepat sasaran.

Melihat statistik yang ada, kekalahan Munchen tidak akan terjadi jika para pemainnya memanfaatkan peluang.  Thomas Muller dan pencetak gol terbanyak Robert Lewandowski adalah dua pemain yang melewatkan peluang untuk dikonversi menjadi gol.

“Pertandingan kami yang sangat bagus, [yang terbaik untuk] untuk waktu yang lama. Tapi kami tidak cukup klinis, sesuatu yang kami kuasai dalam beberapa minggu terakhir. Jadi kami membiarkan Real menghidupkan peluang dan bahkan membantu mereka mencetak gol kedua mereka, “ ujar Muller dilansir Soccerway.

Namun demikian, Muller tidak menyerah pada prospek melalui di ibukota Spanyol, di mana Bayern adalah 2-1 setelah 90 menit musim lalu sebelum ambruk menyusul kartu merah Arturo Vidal di perpanjangan waktu.

“Pertandingan akan sangat sulit. Tapi tetap saja itu menunjukkan kepada kita bahwa kita masih punya peluang. Kami tidak akan kekurangan kesempatan untuk mencetak gol, itu sudah pasti. Kami tidak menyerah. Tapi kami membutuhkan mentalitas membunuh (membuat gol) yang berbeda, “ kata dia.