Antusiasme Diego Simeone Melaju ke Final Liga Europa

Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone. Foto: Official Twitter Atletico Madrid

Atletico Madrid boleh kalah dalam leg 2 perempatfinal Liga Europa.  Namun, kekalahan ini tak mengurangi antusiasme dari sang pelatih, Diego Simeone untuk melaju ke final Liga Europa dan menyegel kembali trofi itu.

Los Rojiblancos kalah 1-0 saat melawat ke kandang Sporting CP dalam leg 2 perempatfinal Liga Europa. Tapi mereka tetap lolos mengingat pada leg 1, Antoine Griezmann dkk menang 2-0 saat leg 1 di Wanda Metropolitano pekan kemarin. Atletico lolos semifinal dengan keunggulan agregat 2-1.

Atletico Madrid merupakan pemenang Liga Europa pada tahun 2010 dan 2012. Meski timnya kurang mengancam saat kekalahan dari Sporting CP, Simeone lebih suka fokus pada hal-hal positif saat Atletico mendekati penampilan ketiga di final Eropa dalam lima musim terakhir.

“Kami hidup dengan antusiasme dan antusiasme. Saya hidup bangga, bahwa kami adalah salah satu yang terbaik di Eropa, tahun lalu di Liga Champions, yang ini di Liga Europa. Ini adalah realitasnya. Bagi penggemar Atletico, adalah suatu kehormatan untuk berada di semifinal Eropa lainnya, “ jelas Simeone usai laga lawan Sporting CP.

Dalam kesempatan itu, pelatih asal Argentina ini juga memberikan komentaranya tentang penampilan Antoine Griezmann. Striker berkebangsaan Perancis ini terhitung membuang dua peluang bagus dalam pertandingan lawan Sporting CP. Simeone memberikan pembelaan untuk Griezmann.

“Tidak mungkin bagi Griezmann untuk lebih menentukan daripada yang sudah ada untuk Atletico. Kami sangat senang karena sekali lagi, tim menemukan kembali dirinya sendiri. Lucas dan Costa mengalami cedera dan tim terus bermain dengan sejumlah besar usaha. ​​Sporting CP adalah saingan yang hebat, “ ujar Simeone dilansir Soccerway.

Simeone sudah memberikan warning kepada timnya tentang laga melawan Sporting CP. Bukan hanya karena Sporting CP adalah lawan yang bagus, tetapi juga karena absennya beberapa pemain pilar.

“Sporting memiliki pelatih yang hebat [Jorge Jesus]. Kami mengatakannya di Madrid. Dengan absennya beberapa pemain, kami harus mengatur ulang dan tim merespons. Itu membuat kita senang telah melenyapkan lawan yang tangguh. Semakin kamu melaju musuh semakin sulit, “ kata dia.