Atletico 2-0 Sporting CP, Alasan Diego Simeone Puji Costa Walau Tak Bikin Gol

Pemain Atletico Madrid, Diego Costa dan Juanfran merayakan gol. Foto: Twitter Atletic Madrid

Pelatih Atletico Madrid Diego Simeone meyakini Diego Costa melakukan penampilan terbaiknya sejak kembali ke Atletico Madrid dalam kemenangan 2-0 atas Sporting CP pada leg 1 perempat final Liga Europa.

Atletico Madrid unggul sejak detik 22 dalam laga di Wanda Metropolitano, Jumat (6/4/2018). Gol ini merupakan kecerobohan pemain belakang Sporting CP. Operan pemain belakang Sporting CP justru sampai di kaki Costa. Eks pemain Chelsea ini langsung menyodorkan  bola pada Koke dan diteruskannya ke gawang Sporting CP.

Gol kedua Atletico Madrid juga tercipta karena kecerobohan pemain belakang Atletico. Jeremy Mathieu kehilang control bola dan Antoine Griezmann langsung menyerobotnya. Ia kemudian menggiring bola dan masuk ke area kotak penalti dan melepaskan bola ke gawang Sporting CP yang dikawal Rui Patricio.

Walau penentu kemenangan Atletico berkat gol Koke dan Griezmann, pelatih Atletico Madrid justru memilih Diego Costa yang bermain dengan apik. Bahkan ia menyebut permainanannya kali ini merupakan yang terbaik semenjak kembali ke Atletico Madrid pada bulan Januari tahun ini.

“Ini adalah permainan terbaiknya sejak dia kembali bersama kami, dia adalah binatang buas, dia berlari sepanjang waktu, memberi tekanan pada lawan, mematahkan sasarannya. Dia berpartisipasi dalam kedua gol, bermain hebat dengan tim, pertandingan yang sangat bagus, permainan terbaiknya sejak dia kembali, “ kata Simeone dilansir Soccerway.

Simeone mengungkapkan bahwa kecerobohan yang dilakukan oleh dua pemain Sporting CP yang kemudian berujung gol Atletico itu memang menjadi bagian racikannya. Ia sengaja menginstruksikan kepada timnya untuk menempatkan lawan di bawah tekanan kuat dan mendorongnya di setengah lapangan Sporting CP.

“Saya pikir gol itu beberapa detik setelah kick-off adalah hasil dari keinginan kami untuk menang dari detik pertama. Kami memang menyiapkan diri untuk menempatkan mereka di bawah tekanan kuat. Karena tekanan besar kami, kami mencetak dua gol, kami selalu berusaha mengganggu mereka ketika mereka menguasai bola, yang membuatnya lebih mudah bagi kami, “ ujar Simeone.