Jurgen Klopp: Liga Champions Bukan Tentang Kesempurnaan Tapi Hasilnya

Pemain Liverpool melakukan selebrasi. Foto: Official Twitter Liverpool

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp memuji karakter timnya setelah mampu menahan serangan babak pertama saat lawan  Manchester City di leg 2 perempatfinal. Liverpool berhasil melakukan comeback kemenangan 2-1 yang membawa mereka lolos ke semifinal.

Liverpool memiliki modal kemenangan 3-0 saat melawat ke kandang Manchester City pada leg 2 perempatfinal Liga Champios di Etihad, Rabu (11/4/2018). Kemenangan dengan keunggulan itu dirasa belum aman.

Pada leg 2 ini, Liverpool melakukan comeback setelah tertinggal 0-1 di babak pertama. Gabriel Jesus  sempat membawa motivasi bagi publik di Etihad lewat gol di menit 2. Dengan menyisakan waktu  90 menit, paling tidak David Silva dkk mampu mengejar dua defisit gol.

Motivasi Man City semakin membuncah saat Leroy Sane mencetak gol kedua menjelang babak pertama berakhir. Sayang wasit menganulir gol tersebut karena sang pemain sudah dalam posisi offside.

Tertekan di babak pertama, Liverpool unjuk gigi di babak kedua. Lagi-lagi Mohamed Salah yang menjadi inspirasi kemenangan The Reds. Salah mencetak gol di menit 56. Gol Roberto Firmino di menit 77  menambah luka bagi tim besutan Pep Guardiola. Dan pada akhirnya, City kalah 1-2 dari Liverpool. Man City tersingkir dengan agregat 5-1.

Liverpool dalam laga ini bermain cukup efisien. Menurut Espn, Man City menguasai bola 68 persen. Liverpool hanya menguasai bola 32 persen. Dari penguasaan bola yang tidak terlalu banyak itu, Liverpool melepaskan 5 tembakan ke gawang, dengan 3 di antaranya on target. Bandingkan dengan Man City yang melepaskan 20 tembakan dengan 3 di antaranya tepat sasaran.

“Itu cukup sulit malam ini. Tapi, 100 persen jujur, saya mengharapkan sesuatu seperti itu terjadi. Anda harus bereaksi dengan cara yang benar. Saya suka bagaimana kami bereaksi segera setelah kebobolan. Kami membutuhkan sedikit keberuntungan dan beberapa pertahanan yang disiplin. Aku tahu itu akan sulit tetapi kita masih melakukannya, itu fantastis!” kata Klopp dilansir BT Sport.

Keputusan Pep Guardiola untuk melakukan serangan habis-habisan menyebabkan masalah Liverpool di 45 menit pertama. Bahkan Pep Guardiola menginstruksikan kepada timnya untuk keluar dari setengah lapangan mereka sendiri

“Dia [Guardiola] mengambil risiko. Itu adalah keputusannya dan itu benar-benar bisa menjadi keputusan yang benar juga. Tapi Liga Champions bukan tentang kesempurnaan, ini tentang hasilnya. Ini tentang karakter, mentalitas, dan sikap. Itu bukan permainan sepakbola terbaik kami tetapi pada akhirnya layak dilalui, “ tegas eks pelatih Dortmund ini.