Kembali Bersua Juventus, Zidane: Lupakan Kemenangan di Final Tahun Lalu

Juventus akan menjamu Real Madrid dalam leg 1 babak perempatfinal Liga Champions, Rabu (4/4/2018) dini hari. Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane tidak mengharapkan final Liga Champions musim lalu untuk memiliki dampak pada bentrokan kali ini.

Mengingat final Liga Champions edisi 2016/2017, Juventus menderita kekalahan 1-4 dari Real Madrid. Kemenangan ini pada akhirnya membuat Real Madrid sukses mendapatkan trofi Liga Champions dalam dua edisi berurutan.

Walau kemenangan ini membawa history bagi Real Madrid, namun Zidane enggan menganggap bahwa hasil itu akan mempengaruhi laga lawan Juventus kali ini.  Mantan pemain Real Madrid ini beranggapan bahwa laga saat ini jelas berbeda dengan final 10 bulan lalu.

“Kami akan mencoba untuk memainkan pertandingan yang bagus, tetapi peristiwa 10 bulan yang lalu tidak akan berpengaruh pada pertandingan ini. Ini pertandingan lain di setting lain. Ini benar-benar berbeda, “ kata Zidane melansir Soccerway.

Zidane memberikan pandangannya mengenai bekas tim yang pernah dibelanya semasa menjadi pemain sepakbola ini. Menurutnya Juventus adalah tim yang lengkap, dan kekuatannya merata di semua lini. Apalagi pada tahun ini, performa Nyonya Tua semakin kinclong.

“Juve mengalami musim yang baik. Saya telah menyaksikan pertandingan mereka, saya tidak bisa berkomentar mengenai kritik apa pun terhadap liga Italia, tetapi Juventus memiliki gaya yang bagus, “ ujar dia.

Zidane tidak akan membeberkan  line-up, di tengah spekulasi Isco bisa dibangkucadangkan dan memilih Gareth Bale.   Banyak perjuangan  yang dibuat Isco untuk mendapatkan tempat reguler di Real Madrid dalam beberapa pekan terakhir.  Salah satunya melalui penampilan gemerlapnya untuk Spanyol di jeda internasional, ketika dia mencetak hat-trick dalam kemenangan 6-1 dari Argentina.

Tapi Zidane memiliki anggapan lain mengenai beda nasib Isco di Real Madrid dan Timnas Spanyol.  Zidane berpikir bahwa Isco mungkin lebih mudah untuk mengesankan bagi tim nasional karena ia memiliki pertandingan yang relatif lebih sedikit dengan mereka setiap musim.

“Mungkin dengan tim nasional Isco berbeda karena dia memiliki delapan pertandingan dengan mereka [dalam satu musim], sedangkan di sini ada 60. Kami bermain setiap tiga hari. Bagi saya, tidak ada back-up. Saya punya 25 pemain yang sangat bagus dan saya akan menggunakan mereka semua. Ada saat-saat di mana beberapa akan bermain lebih banyak, “ jelas pelatih berkebangsaan Perancis ini.