Kenangan Buffon Singkirkan Real Madrid di Fase Knockout

Juventus berhasil menyingkirkan Real Madrid dalam empat edisi Liga Champions. Kiper Juventus, Gianluigi Buffon pernah beberapa kali terlibat dalam kemenangan itu. Ia berharap kenangan indah itu kembali terulang dalam fase perempatfinal Liga Champions edisi 2017/2018.

Kenangan pertama adalah saat semifinal Liga Champions di tahun 2002/2003. Saat itu Real Madrid dihuni oleh para pemain Galacticos seperti Zinedine Zidane dan Ronaldo.  Juventus menang agregat 4-2. Juventus berhasil membalikkan keadaan setelah kalah 1-2 di kandang Madrid. Bianconeri menang 3-1 di Turin.

“Itu adalah salah satu malam terbesar di Bianconero. Kami kalah di leg 1 dan di leg 2 melawan tim Real Madrid yang memiliki Ronaldo, [Zinedine] Zidane dan banyak lainnya, kami harus mencoba untuk membalikkan situasi. Kaami menang dengan nyaman (3-1). Salah satunya karena saya menggagalkan penalti Luis Figo, “ jelas Buffon yang merumput di Juventus sejak tahun 2001.

Momen lain yang begitu dikenang Buffon adalah semifinal Liga Champions 2014/2015. Gianluigi Buffon dkk berhasil mengalahkan Real Madrid 2-1 di Turin pada leg 1. Kemudian pada leg 2 di Bernabeu, Juventus berhasil menahan imbang 1-1.

“Semifinal di 2014-15? Itu tentu merupakan saat ketika kami mulai sebagai underdog. Saya harus mengatakan bahwa itu adalah kejutan besar. Mereka memiliki pengalaman mengelola tekanan tertentu dan bermain pada tahapan tertentu yang jelas membuat mereka menjadi favorit. Namun, kami yang mencapai prestasi mengesankan, “ kenang Buffon.

Setelah semifinal 2014/2015, kedua tim kembali bertemu di final Liga Champions 2016/2017. Juventus menang dengan skor meyakinkan 4-1.

“Di malam seperti itu kamu harus beruntung. Kami kalah 4-1, kami kalah sangat buruk, tetapi kami kebobolan dua gol karena defleksi yang luar biasa, dan kebobolan dua gol seperti itu di final Liga Champions, yang pasti tidak sering terjadi. Real mengalahkan kami, “ ujar Buffon dikutip dari Football Italia.

Buffon belum pernah memenangkan trofi Liga Champions. Ia mengungkapkan perasaannya selama di Juventus yang berhasil tiga kali di final Liga Champions.

“Hebat, dalam arti saya berhasil membuat tiga final dalam 14 tahun. Mendapatkan ke final adalah hasil yang luar biasa. Jelas, itu tidak cukup bagi saya karena, selama saya terus bermain, tujuan saya akan selalu untuk memenangkan sebanyak mungkin trofi. Jadi, ketika ada kesempatan, peluang dan harapan untuk pergi dalam kompetisi, tujuan saya adalah untuk menang, “ kata dia.