Menang Dramatis Atas Inter Milan, Ini Komentar Pelatih Juventus

Juventus memenangi Derby d’Italia dalam laga dramatis melawan Inter Milan. Bagi pelatih Juventus, Massimiliano Allergi kemenangan ini memang menjadi salah satu langkah penting menyegel scudetto.

Inter Milan menjamu Juventus di Giuseppe Meazza, Minggu (29/4/2018). Kedua tim sama-sama butuh kemenangan. Juventus dalam misi perebutan scudetto, sementara Inter Milan ingin mengamankan posisi empat besar.

Binconeri unggul  di menit 13 lewat gol Diego Costa. Inter Milan harus bermain dengan 10 orang, setelah Matia Vecino dikartu merah. Pertandingan berlangsung panas dan keras.

Tiga pemain Juventus mendapatkan dua kartu kuning dalam babak pertama.  Blaise Matuidi sempat mencetak gol di akhir babak pertama. Namun golnya tidak disahkan. Pasalnya ia sudah terlebih dahulu dalam posisi offside.

Memasukki babak kedua, Inter Milan berhasil bangkit. Walau kalah dalam jumlah pemain, Inter Milan mampu membalikkan keadaan. Mereka unggul lewat gol Mauro Icardi dan gol bunuh diri Andrea Barzagli.

Petaka untuk Inter Milan datang saat tiga menit jelang bubaran.  Juventus mencetak dua gol dalam waktu dua menit. Gol itu disumbangkan oleh Milan Skriniar dan Gonzalo Higuain. Skor menjadi 2-3 untuk Juventus.

Selebrasi pemain Juventus tak terelakkan. Tapi justru Allegri diusir, karena dia masuk ke lapangan. Ia sebenarnya ingin menghentikan selebrasi timnya usai tercipta dua gol dramatis.

“Ini adalah malam yang indah dari sepak bola antara dua tim yang harus menang dan keluar semua. Kami agresif dan bermain baik sepanjang babak pertama, tetapi kami tertidur di ruang ganti [di babak pertama] dan berakhir kebobolan. Inter bermain bagus, tetapi akhirnya lelah, hancur secara fisik dan kami mengambil keuntungan, “ jelas Allegri.

Ia mengatakan bahwa kemenangan ini penting untuk menuju Scudetto. Walaupun ia menyadari bahwa laga di akhir musim ini begitu sulit. Dengan tingginya tekanan, membutuhkan kekuatan mental yang kuat.

“Ini satu langkah lagi menuju Scudetto, meskipun itu tetap sangat sulit. Tidak ada yang pasti dalam sepakbola. Saya tahu itu akan sulit dan dalam empat putaran terakhir selalu ada lebih banyak tekanan daripada saat Anda bermain di bulan September. Bahkan sisi dengan kekuatan mental yang besar akan memiliki momen di mana mereka kehilangan kepercayaan, “ kata dia dilansir Soccerway.