Penyebab Kekalahan Man City Menurut Pep Guardiola

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola. Foto: Twitter Manchester City

Manchester City mengalami kekalahan 2-3 saat melawan Manchester United di Etihad, Sabu (7/5/2018). Menurut pelatih Man City, Pep Guardiola kekalahan dramatis timnya disebabkan kesalahan lini belakangnya.

David Silva dkk bermain dengan penuu percaya diri dalam laga ini. Mengingat laga ini berpotensi besar mengantar City menyegel titel Premier League. Serangan City membuahkan hasil. Mereka sudah unggul dua gol di babak pertama lewat gol Vincent Kompany pada menit 25 dan Ilkay Gundogan di menit 31.

United ternyata bangkit di babak kedua. Paul Pogba yang menjadi inspirator kemenangan tersebut. Dua golnya dalam waktu tiga menit membat Manchester United kembali bersemangat. Gol dari eks pemain Juventus ini terjadi di menit 53 dan menit 55.

Penentu kemenangan MU adalah Chris Smalling di menit 69. Gol itu datang lewat skema bol mati. Smalling yang tak terkawal barisan belakang City berhasil menyundul umpan tendangan bebas Alexis Sanchez

Kemenangan dari tetangga ini membuat pesta Manchester City kacau. Setidaknya mereka harus menunda sebentar niat memastikan gelar pada pekan depat. City bisa memastikan gelar saat melawan Tottenham Hotspur, Sabtu (14/4/2018). Tapi sebelum itu, David Silva dkk harus bersua dengan Liverpool untuk menentuka kelolosan Liga Champions.

“Kami harus lebih baik dan lebih fokus pada bola mati. Tim kami mencoba menciptakan peluang dan menyerang, itulah yang telah kami lakukan sepanjang musim, kami berusaha untuk menghasilkan semua kualitas dan gol itu. Anda harus mempertahankan sedikit lebih baik di babak kedua, tetapi itu adalah sepakbola, “ jelas Pep Guardiola kepada Sky Sports seperti dilansir dari Soccerway.

Gagal melakukan pesta, fokus Pep Guardiola kini beralih menyiapkan timnya melawan Liverpool. Mereka dihadapkan pada tugas berat dengan membalikkan defisit tiga gol di Etihad pada tengah pekan ini.

“Kami akan mencoba bangkit untuk Liverpool, kami professional. Kami tidak cukup baik pada akhirnya. Jadwalnya seperti ini, itu sebabnya kompetisi ini sangat sulit,” katanya kepada BBC Radio 5 live.