Komentar Zinedine Zidane Tentang Penalti Kontroversial Real Madrid

Pemain Real Madrid melakukan selebrasi. Foto: Official Twitter Real Madrid

Penalti konntroversial Cristiano Ronaldo dim nit akhir saat lawan Juventusmembawa Real Madrid lolos ke semifinal Liga Champions. Terlepas dari nilai kontroversi itu, pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane meyakini bahwa penalti itu memang layak diberikan Real Madrid

Malam itu adalah malam yang dramatis di Bernabeu, Kamis (11/4/2018). Tim tamu, Juventus sepertinya bakal mengikuti langkah AS Roma yang lolos ke semifinal sehari sebelumnya setelah menumbangkan Barcelona.

Di babak awal, Los Merengues sudah dikejutkan dengan gol cepat Mario Mandzukic. Ia menggandakan gol Juventus pada menit 37. Hingga turun minum, skor masih 2-0. Petaka untuk Real Madrid datang saat menit 61, ketika Blaise Matuidi membuat gol ketiga untuk Juventus. Skor 3-0 untuk Juventus. Praktis dengan tiga gol itu, skor agregat menjadi 3-3. Pada leg 1 di Turin, Real Madrid menang 3-0.

Drama terjadi di menit akhir injury time. Real Madrid mendapatkan kado penalti setelah Benatia dianggap melanggar Vazquez di depan gawang. Kubu Juventus pun bereaksi keras atas kado penalti. Kapten Juventus, Gianluigi Buffon menjadi pemain yang melakukan protes keras. Dia kemudian diganjar kartu merah oleh wasit.

Diusirnya Buffon, tak ada pilihan lain selain menggantikannya dengan kiper Wojciech Szczesny. Pelatih Juventus, Max Allegri menarik Gonzalo Higuain. Cristiano Ronaldo yang ditunjuk menjadi eksekutor penalty berhasil menaklukkan gawang Szczesny.  Skor hingga laga berakhir 1-3 untuk Juventus. Tapi Real Madrid yang lolos semifinal berkat tambahan gol penati kontroversi dengan agregat 4-3.

Zinedine Zidane menilai timnya tampul buruk dibandingkan laga sepekan sebelumnya di Turin. Timnya memang mengendalikan permainan tetapi tak banyak menciptkan peluang.

“Ketika Anda mengakui gol dalam dua menit, Anda harus menundukkan kepala. Kami melakukannya dengan buruk, tidak begitu banyak dalam peluang mencetak gol, tetapi hanya mengendalikan permainan, “ jelas Zidane dilansir Soccerway.

Zidane mengaku bahwa penalti memang layak diberikan untuk timnya. Di sisi lain, ia juga menilai bahwa Juventus bermain bagus.

“Saya tidak melihatnya, tetapi saya telah diberitahu bahwa itu adalah penalti. Wasit meniup peluit dan Anda tidak bisa mengubah itu. Saya pikir itu penalti. Juve bermain bagus, tapi kami percaya ke akhir dan melewati dua leg layak untuk dilalui, “ jelas eks pemain Juventus ini.

Zidane membuat beberapa keputusan mengejutkan, menggunakan Yesus Vallejo yang berusia 21 tahun dalam pembelaan absennya Sergio Ramos. Ia juag lebih memilih Gareth Bale daripada Karim Benzema. Walau pada akhirnya Bale ditarik keluar di babak kedua.

“Saya harus membuat perubahan, karena saya tidak senang dengan cara kami bermain. Itu bukan untuk menghukum Gareth, saya hanya tidak suka cara seluruh tim bermain. Kami masih memiliki pemain yang mampu mengubah permainan, “ ungkapnya.

Buffon diusir dari lapangan karena kartu merah. Bisa jadi ini merupakan penampilan terakhirnya di Liga Champions. “Saya pikir dia tidak pantas mendapatkan kartu merah, tetapi saya percaya bahwa ini tidak membatalkan apa pun yang dia lakukan dalam kariernya. Dia adalah pemain yang sangat besar dan akan selalu tetap demikian, “ ujar dia.