Final Liga Champions, Penebusan Kegagalan dan Motivasi Ekstra Liverpool

Pemain Liverpool melakukan selebrasi. Foto: Official Twitter Liverpool

Liverpool bersua Real Madrid dalam final Liga Champions di Kyiv, Minggu (27/5/2018). Kapten Liverpool Jordan Henderson menegaskan kekalahan final di Liga Eropa 2016 hanya berfungsi sebagai motivasi ekstra untuk bermain lebih baik lagi saat melawan Real Madrid di Liga Champions.

The Reds dikalahkan 3-1 oleh Sevilla di Swiss dua tahun lalu.  Tapi mereka memiliki kesempatan untuk menebus kekalahan di Kiev dengan melawan timnya  Zinedine Zidane yang memiliki skuat bertabur bintan.

Henderson menyakini bahwa timnya sudah sembuh dari luka setelah kegagalan di masa lalu. Ia percaya bahwa malam yang mengecewakan di Basel bisa menjadi  berkah tersembunyi.

“Saya merasa seolah-olah kami bisa menggunakan pengalaman itu di final ini. Ini menyakitkan dan Anda tidak pernah benar-benar melupakan itu tetapi Anda dapat menggunakannya sebagai motivasi. Kami sudah pasti bergerak maju sejak malam itu tetapi penting untuk memenangkan piala. Semoga kita bisa memulainya dengan memenangkannya, “ kata Henderon dilansir Soccerway.

Henderson akan membawa Liverpool keluar  dari beban harapan untuk mengulang kembali laga heroik Steven Gerrard dalam kemenangan luar biasa klub melawan AC Milan. Namun, pemain berusia 27 tahun itu mengatakan pertemuan besok bukan tentang merefleksikan individu atau masa lalu.

“Saya merasa baik. Tapi ini bukan tentang saya. Ini bukan tentang saya mengisi sepatu orang lai. Ini tentang tim ini dan menciptakan sejarah kita sendiri. Kami telah melakukan dengan sangat baik untuk mencapai titik ini tetapi kami ingin melangkah lebih jauh dan diingat untuk alasan yang benar dan itu kami memenangkan Liga Champions, “ ujar dia.