Man City Mendominasi Premier League, Siapa yang Diwaspadainya Musim Depan?

Pemain Manchester City nmerayakan kemenangan Premier League. Foto: Twitter Manchester City

Premier League tahun ini menjadi miliki Manchester City. Melihat catatan angka, Man City memang layak menjadi juara Liga Inggris. Lantas siapakah yang akan diwaspadai oleh sang juara pada musim depan.

City dapat menjadi tim pertama dalam sejarah Liga Primer untuk mencatat 100 poin dalam satu kampanye dengan mengalahkan Southampton pada hari Minggu (13/5/2018). Ini  menjadai prestasi yang akan mengakhiri musim di mana pasukan Guardiola mencatatkan tim yang paling banyak menuai kemenangan.

Seperti diketahui The Citizens hanya mengalami dua kekalahan. Liverpool dan Manchester United adalah dua tim yang memberikan kekalahan untuk skuat asuhan Pep Guardiola ini.

Liverpool memang masih akan memastikan tiket Liga Champions musim depan dalam laga pamungkas Liga Inggris pada Minggu (13/5/201). Namun performanya di musim ini membuat Man City merasa terancam dominasinya. Alasan itu masuk akal mengingat Liverpool adalah tim yang sudah memberikan tiga kekalahan (satu di Liga Inggris dan dua di perempatfinal Liga Champions).

Liverpool saat ini memiliki jarak 25 poin dengan Man City di peringkat pertama. Meski demikian Liverpool justru lolos ke final Liga Champions musim ini. Mereka akan bertarung lawan Real Madrid di Kiev, Sabtu (13/5/2018).

Liverpool maju tak terkendali ke tanggal terakhir dengan Real Madrid di Kiev – sebuah prestasi yang berarti jurang 25-poin antara mereka dan juara City, bersama dengan kegagalan untuk memastikan tempat teratas empat sebelum babak final pertandingan, telah menghindari tingkat pengawasan.

“Saya yakin musim ini mereka adalah pesaing besar dan itu akan terjadinya musim depan. Saya tidak akan mengatakan hanya Liverpool [akan menantang] tetapi itu masih benar. Liverpool, cara mereka bermain dan kualitas pemain mereka – tidak hanya di depan, saya pikir [Virgil] van Dijk telah membantu mereka jauh lebih konsisten di departemen pertahanan, “ jelas Klopp dilansir Soccerway.

Jurgen Klopp bukan musuh yang asing bagi Guardiola. Mereka kerap bertemu saat masih di Bundesliga. Ia memberikan pujian kepada Jurgen Klopp. “Jurgen adalah manajer puncak, manajer yang luar biasa. Dia menciptakan yang memiliki gaya ofensif yang selalu memikirkan para penonton. Dia selalu positif dan menciptakan lingkungan yang baik di klubnya, “ jelas dia.

Membahas gaya bermain Klopp, Guardiola mengakui pendekatan pelatih berkebangsaan Jerman ini lebih langsung jika dibandingkan dengan dirinya. Apalagi didukung dengan pemain Roberto Firmino, Sadio Mane dan PFA dan Mohamed Salah.

“Saya pikir kedua tim [City dan Liverpool] ingin menyerang, Tottenham juga melakukannya. Tidak masalah apa yang terjadi, mereka ingin mencoba menyerang. Tapi saya pikir cara mereka menyerang dan bertahan sedikit berbeda. Mereka bermain lebih banyak di sini (secara terpusat), “ kata dia.