Pertama dalam 23 Tahun, Spurs Finis di Atas Chelsea dan Arsenal

Tottengan Hotspur sukses mengamankan satu tempat Liga Champions mendatang menyusul kemenangan timnya melawan Newacastle United. Manajer Spurs, Mauricio Pochettino meyakini bahwa musim depan mereka harus berani memasang target meraih trofi Premier League.

Harry Kane menjadi penyelamat Spurs lewat gol tunggalnya melawan Newcastle United di Stadion Wembley, Kamis (10/5/2018). Kane mencetak gol di menit 50 dengan memanfaatkan umpan dari Son Heung Min.

Kemenangan ini membawa Spurs naik ke peringkat ketiga dengan koleksi 74 poin, unggul dua poin dari Liverpool. Hasil imbang Chelsea lawan Huddersfield membuat Spurs tidak akan bisa terkejar lagi untuk finis di posisi empat besar. Menyisakan satu laga, jika Chelsea menang pun tidak akan bisa mengejar Spurs. Poin maksimal yang bisa diraihnya adalah 73.

Kesuksesan finis di empat besar membawa catatan positif Spurs di era Pochettino. Mereka lolos empat besar dalam tiga musim berturut-turut. Menariknya lagi, Spurs bisa finis di atas rival  London lainnya. Chelsea menempati posisi kelima dan Arsenal di bawahnya.

Setelah sukses finis di posisi empat besar, Pochettino memahami tekanan selanjutnya adalah memenangkan trofi.  Menurutnya tugas itu tidak akan mudah.

“Langkah pertama adalah selalu kompetitif, untuk mengurangi kesenjangan ke empat besar. Itu adalah tantangan empat tahun lalu. Sekarang, setelah 23 tahun di Liga Premier, ini adalah pertama kalinya Tottenham berada di atas klub London lainnya.

“Hal berikutnya adalah memenangkan trofi, tetapi Anda perlu membangun. Kami tidak berada di klub yang menang banyak dalam beberapa tahun terakhir. Untuk menciptakan mental pemenang, Anda harus membangunnya selangkah demi selangkah, kemudian menjadi kompetitif, “ lanjutnya.