Stadion Piala Dunia Rusia: Luzhniki, Stadion Kembaran Gelora Bung Karno

Penampakan Stadion Luzhniki di Moscow. Foto: Fifa

Stadion Luzhniki, awalnya disebut Central Lenin Stadium, dibangun antara tahun 1955 dan 1956. Stadion ini adalah hasil ambisi politis untuk meningkatkan fasilitas olahraga negara Uni Soviet.

Stadion ini disebut dengan kembaran Gelora Bung Karno di Jakarta. Kedua stadion ini memiliki arsitektur temu gelang. Mengutip Kemlu.goid, stadion GBK dibangun pada tahun 1958 atas bantuan Uni Soviet semasa era PM Nikita Krushev yang akrab dengan Presiden Soekarno.

Kedua stadion  kembar ini pernah menjadi simbol sampul peringatan 60 tahun Indonesia-Rusia pada November 2010 lalu. Stadion kembar ini menjadi saksi nyata hubungan persahabatan antara Indonesia-Rusia.

Pembangunan kompleks Luzhniki dimulai pada tahun 1954. Secara keseluruhan stadion selesai hanya dalam 450 hari dan secara resmi dibuka pada 31 Juli 1956. Stadion Luzhniki berfungsi sebagai stadion pusat Olimpiade 1980 untuk upacara pembukaan dan penutupan atletik, final sepak bola, dan olahraga berkuda.

Tragedi sempat mewarnai sejarah Luzhniki. Pada tahun 1982, stadion digunakan menjadi venue pertandingan Piala UEFA putaran kedua antara FC Spartak dan klub Belanda HFC Haarlem.

Dalam detik-detik terakhir pertandingan, orang-orang mulai bergegas keluar untuk keluar. Ketika seseorang jatuh di tangga, kekacauan pun terjadi. Banyak orang yang jatuh dan terinjak-injak. Tragedi ini menewaskan 66 orang.

Hingga tahun 1990-an, stadion tanpa atap bisa menampung lebih dari 100.000 penonton. Pada tahun 1996, stadion telah direnovasi secara ekstensif, termasuk pembangunan atap di atas tribun dan pemugaran area tempat duduk, yang mengakibatkan penurunan kapasitas.

Mengutip Stadiumguide, pada tahun 1999, Stadion Luzhniki menjadi tuan rumah final Piala UEFA antara Parma dan Marseille (3-0). Lantas pada tahun 2008 final Liga Champions antara Manchester United dan Chelsea (1-1).

Stadion ini biasa digunakan homebase Spartak Moscow, CSKA Moscow, dan Torpedo Moscow. Spartak meninggalkan Luzhniki pada tahun 2014. Mereka kemudian pindah ke stadion Otkritie Arena yang selesai dibangun.

Stadion Luzhniki terpilih untuk menjadi tuan rumah final Piala Dunia 2018, dan sebagai hasilnya harus menjalani renovasi besar-besaran. Karakteristik eksterior stadion tetap utuh. Pekerjaan selesai pada musim panas 2017.

Luzhniki akan menjadi venue final Piala Dunia 2018. Stadion juga akan menjadi tempat pembuka, tiga pertandingan grup putaran pertama, babak 16 besar  dan semifinal.

Fakta-fakta kunci

Kota: Moscow

Tahun Pembukaan: 1956

Kapasitas: 81,006 kursi