Zidane dan Tiga Final Beruntun yang Tak Normal

Pemain Real Madrid melakukan selebrasi.

Real Madrid menuju sejarah Liga Champions setelah lolos ke final dalam tiga edisi beruntun Piala Champions. Bagi sang pelatih, Zinedine Zidane, keberhasilannya mencapai final ketiga secara beruntun adalah tidak normal.

Los Merengues menjamu Bayern Munchen pada semifinal leg 2 di Bernabeu, Rabu (2/5/2018).  Gol Real Madrid dicetak oleh Karim Benzema pada menit 11 dan 46. Sementara gol Bayern Munchen dibukukan  Joshuam Kimmich menit 3 dan James Rodriguez menit 62.

Dengan demikian Munchen gagal ke final.  Mereka kalah agregat 3-4 dari Real Madrid. Sementara bagi Real Madrid ini menjadi catatan positif. Merek berhasil lolos ke final dalam tiga edisi Liga Champions terakhir. El Real juga sedang dalam trek menambah trofi si kuping besar menjadi 13 atau La Decimotercera.

“Ini adalah permainan gila, tetapi pada saat yang sama itu membuat tampilan yang bagus. Kami harus mengucapkan selamat kepada Bayern untuk pertandingan hebat. Kami memulai dengan buruk, membiarkan dalam gol. Babak kedua jauh lebih baik, kami mencetak gol kedua dan bermain jauh lebih baik, “ kata Zidane kepada Uefa.

Karim Benzema menjadi penentu kemenangan Real Madrid. Menariknya dua gol ini dicetaknya setelah dia cukup lama puasa gol di Liga Champions. Ia terakhir kali mencetak gol di Liga Champions pada bulan November tahun lalu.

“Benzema? Saya senang untuknya. Dia ingin mencetak gol dan hari ini dia mendapat dua. Ia selalu bekerja keras untuk kami. Semua orang senang untuknya, “ kata Zidane.

Pemain berkebangsaan Perancis ini juga sedang seret gol di liga domestik. Benzema hanya tercatat mencetak lima gol dalam 26 penampilannya di La Liga. Musim Karim Benzema berjalan sulit. Meski demikian Zidane tetap membela dan yakin kepada Benzema.

“ Benzema menunjukkan malam ini dia pemain hebat, dia tidak pernah menyerah dan saya bahagia untuknya. Saya membelanya seperti saya membela semua pemain saya. Mereka memberi kita sukacita dan kepuasan, “ kata Zidane.

Keberhasilan Zidane membawa Real Madrid ke final diiringi dengan catatan positif. Zidane menyusul catatan Marcello Lippi yang sejauh ini berhasil membawa Juventus dalam tiga final pada tahun 1996-1998. Namun, Lippi hanya sekali bisa membawa La Vecchia Signora juara Liga Champions. Berbeda dengan Zidane yang memiliki peluang untuk mengangkat trofi itu sebanyak tiga kali.