Lawan Kroasia, Begini Cara Didier Deschamps Meredam Luka Modric

Luka Modric saat menguasai bola, dibayangi penggawa Nigeria dalam pertandingan Piala Dunia 2018 di Kaliningrad Stadium, Minggu (17/6/2018) dini hari WIB. Foto : Facebook FIFA World Cup

Bos Perancis Didier Deschamps telah mengesampingkan anggapan akan lebih mudah melawan Luka Modric yang mobilitasnya terbatas. Apalagi Argentina sukses melawan Lionel Messi dan Eden Hazard.

Performa Modric di Piala Dunia membuka peluang baginya untuk memenangkan Golden Ball Piala Dunia 2018. Selain itu juga Luka Modric menjadi calon kuat penantang Ballon d’Or.

Deschamps tidak melihat alasan mengapa Perancis akan memiliki waktu yang lebih mudah melawan bintang Real Madrid di final hari Minggu (15/7/2018). Mengingat timny sudah mengatasi dengan Hazard Belgia dan Argentina Messi di fase knock out.

“Saya minta maaf, tetapi Anda mungkin tidak melihat Modric yang sama seperti saya jika Anda pikir dia tidak mobile. Dia bisa bermain di tengah, tidak terutama, tapi tentu saja dia memiliki kualitas teknis yang dicocokkan di sisi lain oleh [Ivan] Rakitic dan kecerdasan bermainnya sangat besar, jadi dia memiliki pengaruh besar pada timnya, “ kata Deschamps.

“Dia tidak dalam daftar yang sama dengan Messi dan Hazard karena dia tidak sebagai individu. Dia seorang gelandang, gelandang serang, tapi Hazard dan Messi adalah pemain depan yang tepat, “ lanjutnya.

Deschamps adalah pemain yang memenangkan Piala Dunia 1998 di kandang sendiri. Ia gagal membawa timnya meraih trofi Piala Dunia 2016 setelah dikalahkan Portugal dengan skor tipis 1-0.

Pemain berusia 49 tahun itu tidak menganggap kenangan kekalahan itu memiliki dampak besar pada skuatnya saat ini. Terhitung ada sembilan pemain yang ambil bagian dalam rencananya di Piala Eropa dua tahun lalu. Namun, ia berharap para pemain itu akan menggunakan ingatan tentang kekalahan itu untuk memperjuangkan hasil yang lebih positif di final Piala Eropa.

“Kelompok ini berbeda dengan grup yang kami miliki dua tahun lalu, karena 14 pemain tidak ada di sana dua tahun lalu. Ke-14 pemain baru itu telah menemukan betapa besar persaingan di Rusia, jadi pengalaman mereka tentu saja lebih terbatas, “ ujarnya.

“Memang benar Kroasia memiliki pengalaman klub yang kuat karena para pemain telah mencapai tingkat kematangan dan telah bersama beberapa saat. Tetapi apapun pertandingan yang kami hadapi di Piala Dunia ini, kami selalu menghadapi lawan dengan lebih banyak pengalaman, lebih banyak pertandingan dari kami, sudah jelas karena saya memiliki tim muda, “ lanjutnya.