Pembelaan Mesut Ozil Tentang Pertemuan Kontroversi dengan Presiden Turki

Mezut Ozil saat dimainkan Arsenal. FOTO: Official Arsenal.

Pemain berkebangsaan Jerman, Mesut Ozil angkat suara terkait pertemuan kontroversialnya dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Pertemuan itu mendapat kritikan dari publik Jerman.

Ozil dan rekan setim internasional Ilkay Gundogan digambarkan di Kedutaan Besar London pada bulan Mei bersama Erdogan yang terpilih kembari menjadi Presiden Turki. Padahal terpilihnya Erdogan ini mendapat reaksi keras dengan banyaknya protes atas dugaan penangkapan wartawan, aktivis hak-hak sipil, dan lawan politik.

Gundogan pun bersikeras tidak ada motivasi politik di balik pertemuan tersebut. Sementara itu Ozil yang awalnya memilih diam, kini angkat suara. Ia mengaku bahwa tindakannya bukan sebuah kesalahan.

“Saya sadar bahwa gambaran kami menyebabkan tanggapan besar di media Jerman. Sementara beberapa orang mungkin menuduh saya berbohong atau berbohong, foto yang kami ambil tidak memiliki niat politik,” tulisnya dalam sebuah pernyataan.

“Bagi saya, berfoto dengan Presiden Erdogan bukan tentang politik atau pemilihan, itu tentang saya menghormati pemimpin tertinggi negara keluarga saya. Kebenarannya adalah bahwa jika tidak bertemu dengan Presiden akan tidak menghormati akar leluhur saya, “ lanjutnya.