4 Kasus Pengaturan Skor yang Pernah Menghebohkan Dunia

Ilustrasi pengaturan skor (agonasport)

Kasus pengaturan skor sedang hangat diperbincangkan di Indonesia. Beberapa nama pengurus PSSI sudah ditetapkan sebagai tersangka terkait pengaturan skor di Liga Indonesia.

Kasus seperti ini ternyata tak cuma terjadi di Indonesia. Ada beberapa kasus serupa yang pernah menghebohkan dunia.

Mulai dari skandal Calciopoli hingga timnas ‘palsu’ jadi deretan kasus pengaturan skor yang menyita perhatian.

Berikut ini daftarnya.

1. Skandal Calciopoli

Skandal Serie A 2006 atau yang lebih dikenal Calciopoli jadi salah satu kasus pengaturan skor yang paling menghebohkan dunia. Dalam kasus ini beberapa klub besar Italia terlibat di dalamnya.

Juventus, AC Milan, Fiorentina, Lazio hingga Reggina terlibat kasus pengaturan pertandingan di Serie A. Kelima klub tersebut pada akhirnya mendapatkan hukuman yang berbeda-beda.

Juventus menjadi tim yang mendapat hukuman paling berat yaitu degradasi ke Serie B atau kasta kedua Liga Italia. Sedangkan empat tim lainnya mendapat hukuman pengurangan poin dan tak bisa mengikuti kompetisi Eropa.

2. Banjir Gol 79-0 dan 67-0 di Liga Nigeria

Dua tim asal Nigeria, Plateau United Feeders dan Police Machine berebut tiket promosi ke profesional Nigeria. Keduanya harus mendapatkan poin penuh demi mendapatkan satu tiket yang tersisa.

Pada akhirnya Plateau United Feeders berhasil mengalahkan lawannya Akurba FC dengan skor 79-0. Sedangkan Police Machine mampu menaklukkan Babayaro FC dengan skor 67-0.

The Feeders pun akhirnya berhak meraih tiket promosi tersebut. Namun hasil akhir pertandingan yang tak wajar tersebut membuat pihak kepolisian menyelidikinya.

Empat klub yang terlibat dalam pertandingan ini akhirnya dijatuhi hukuman. The Feeders juga tak mendapat haknya untuk lolos ke liga profesional.

3. Timnas Togo Palsu

Timnas Togo menggunakan skuad ‘palsu’ saat menghadapi Bahrain pada 2010 lalu. Menggunakan para pemain timnas ‘palsu’, Togo takluk 0-3 dari Bahrain.

Skandal ini terungkap setelah pihak kepolisian menyelidiki kasus ini. Terungkap bahwa pelatih Togo kala itu, Tchanile Bana menggunakan pemain palsu karena mendapatkan bayaran 60 ribu dollar dari sebuah sindikat judi internasional.

Dalam kasus ini turut melibatkan pejabat di asosiasi sepakbola Togo.

4. Skandal SEA Games 2015

Semangat fair play di ajang SEA Games 2015 ternodai karena skandal pengaturan skor di dalamnya. Dua tim yang terlibat adalah Malaysia dan Timor Leste.

Manajer Timor Leste, Orlando Marques menerima suap sebesar 11 ribu dollar dalam skandal ini. Selain itu ada tujuh pemain Timor Leste yang turut terlibat.

Pria asal SIngapura, Rajendran R Kurusamny jadi dalang dalam skandal ini. Ia akhirnya mendapat hukuman empat tahun penjara.