Agung Setyabudi Kembali Melatih Tim

Agung Setyabudi saat masih menjadi pelatih Persis 2013 silam. Foto: Jaladwara

SOLO – Mantan kapten Timnas Agung Setyabudi beberapa tahun terakhir seperti hilang dari ketatnya kompetisi PSSI, maupun seperti menjauh dari sepakbola di Kota Solo. Namanya di dunia kepelatihan memang sangat akrab dengan tim Persis Solo. Terakhir kali dirinya menukangi tim ini terjadi pada 2015 silam. Saat itu tim ini dibawanya finis sebagai runner up Piala Polda Jateng dan juara tarkaman “Plumbon Cup” di daerah Tawangmangu Karanganyar.

Setelah itu dirinya tak lagi menjadi bagian dari tim kepelatihan Laskar Sambernyawa di kompetisi pro. Setelah lama menghilang, kini dirinya kembali membangun tim sepakbola. Pria yang kini bekerja di perusahaan PDAM tersebut diberi tugas oleh Askot PSSI Solo untuk membangun tim Kota Solo yang dipersiapkan untuk ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2018 di Solo.

Dirinya memang dikenal publik Solo lebih senang mengorbitkan pemain-pemain muda. Saat menjadi pelatih kepala Persis Solo di tahun 2012-2013, dirinya lebih memilih mengoptimalkan kekuatan tim inti pada pemain-pemain asli binaan Solo yang baru beranjak promosi dari junior ke senior.

Baca Juga  Soal Rumor Atep dan Bio Paulin, Ini Komentar Pelatih PSGC Ciamis

Kecintaannya untuk memberi motivasi pemain muda untuk bisa maju bersaing menjadi pemain profesional, memang jadi salah satu filosofi dirinya. Tak salah saat ini banyak pemain di Liga 1 maupun Liga 2 yang sukses direkrut tim-tim besar beberapa tahun lalu, ternyata adalah hasil binaannya saat menjadi pelatih Persis junior di tahun 2010-2013.
Seperti Fredyan Wahyu (PSMS Medan), Chandra Waskito (Persis Solo), Agung Budi (eks-Sregan United), Rahman Purwanto (eks-PSIM Jogja), Dedi Cayono (Persis Solo), Akbar Riansyah (PSIS Semarang).

”Bagi saya dalam membangun sebuah tim tidak ada istilah pemain top. Justru saya ingin mereka bisa jadi pemain top dengan kerja keras mereka sendiri,” beber Agung.

Di tim sepakbola Porprov Solo, dirinya akan berduet dengan tim kepelatihan lainnya, yang juga berstatus sebagai mantan pemain Persis sama seperti dirinya. mulai dari Ratmoko (pelatih kiper), dan Triyanto (asisten pelatih), hingga adik kandungnya Guntoro Tri Prasetyo yang akan berstatus sebagai asisten pelatih di tim ini.

Target emas dibebani olehnya dan tim kepelatiahn lainnya, terlebih di ajang Porprov episode sebelumnya yakni di Banyumas 2013, tim Sepakbola Kota Solo gagal meraih medali. Padahal di Porprov 2009 di Solo, tim ini sukses meraih medali perak.

Baca Juga  Penilaian Hendri Susilo Soal Kualitas Persiraja Banda Aceh

Di Porprov 2018 sendiri dipastikan akan ada delapan tim yang bersaing. jika Solo dan Banyumas lolos otomatis karena berstatus sebagau tuan rumah dan mantan juara, enam tim lainnya yang sukses lolos dari ajang Pra Porprov adalah Cilacap, Kudus, Jepara, Sragen, Klaten, dan Banjarnegara. ”Main di rumah sendiri, ditambah akan didukung suporter. Saya yakin emas bisa diraih,” terang mantan pemain PSIS Semarang, Persebaya Surabaya dan Arseto Solo tersebut.

Jaladwara