Gufroni Al Maruf Tak Takut Bersaing dengan Bintang Madura United

Gufroni Al Maruf (merah) saat berseragam Madura FC pada Liga 2 2018. Foto : Nofik Lukman Hakim

Gufroni Al Maruf kembali menjadi bagian tim kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Winger jebolan akademi Arema FC memperkuat Los Galacticos Liga 1, Madura United.

Sebagai pemain berusia 22 tahun, keputusan menerima tawaran skuad besutan Dejan Antonic terbilang berani. Apalagi dari segi jam terbang belum banyak.

Sebelum musim lalu sepakat gabung Madura FC di Liga 2, ia hanya punya modal bersaing di kasta tertinggi bersama Persegres Gresik pada 2017 lalu. Sementara pesaing di sektor sayap ada nama-nama sangar, seperti Andik Vermansah, Greg Nwokolo hingga Alberto Goncalves.

Gufroni pun berbagi cerita tentang keputusan gabung Laskar Sape Kerap. Ada dua misi yang diusung pemain yang mengawali bermain sepak bola dari SSB Kepanjen Malang ini.

“Madura tim bagus dengan target juara. Ada banyak pemain bintang. Sebagai pemain muda, saya ingin belajar dari mereka yang sudah pengalaman. Saya juga berharap bisa bersaing untuk masuk tim utama,” terang Gufroni saat berbincang dengan KAMPIUN.ID.

Gufroni pun percaya pada sosok Dejan Antonic. Pelatih asal Montenegro itu memberi kesempatan yang sama pada semua pemain. Artinya, Gufroni yang minim pengalaman pun bisa masuk tim inti.

Dejan bisa membuktikan saat membawa Pelita Bandung Raya (PBR). Ada banyak pemain muda yang diorbitkannya. Hal sama juga dilakukan saat membesut Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda.

“Pelatih asing biasanya tidak lihat nama. Siapa yang kerja keras, itu yang akan dimainkan. Makanya saya selalu tambah porsi latihan sendiri agar bisa bersaing,” tutur Gufroni.

Gufroni Al Maruf saat mengawal ketat pergerakan bek PSS Sleman, Aditya Putra Dewa dalam Liga 2 2018 lalu. Foto : Richie Setiawan

Gufroni boleh bersyukur ketika musim lalu ditangani Salahudin di Madura FC. Pelatih asal Palembang itu dikenal “kejam” dalam meningkatkan kondisi fisik. Maka tak heran ketika melihat Madura FC musim lalu, dari menit pertama hingga akhir terus menerapkan pressing ketat.

“Tidak bisa dipungkiri dalam sepak bola fisik menjadi yang utama. Maka ketika musim lalu sama coach Salahudin, saya senang. Anak-anak juga kerja keras semua,” ucapnya.

Selain itu, Gufroni juga sudah punya mentor. Ia mendapat banyak pengarahan dari Andik Vermansah yang sudah pengalaman di Indonesia maupun Malaysia. Andik mengajarkan kepadanya bahwa seorang winger harus punya keberanian dalam melakukan tusukan.

“Saya senang satu tim dengan Cak Andik. Dia sudah punya banyak pengalaman, memberi banyak pengetahuan pada saya agar kedepan lebih baik lagi,” katanya.

Gufroni merasa adaptasi di Madura United berjalan bagus. Para pemain senior dan muda tak ada jarak. Pemain lama pun begitu menerima kehadiran pemain baru. Ia berharap target Madura United menjadi juara Liga 1 2019 bisa tercapai.

Nofik Lukman Hakim