Ini Jawaban Bos Persis GR Terkait Keberatan Persis Solo

Bos Persis GR, Setiyo Joko Santoso (dua dari kanan). Foto : Nofik Lukman Hakim

SOLO – Bos Persis Gotong Royong, Setiyo Joko Santosa menanggapi dingin keberatan klub Persis Solo atas penggunaan nama dan logo klubnya. Pihaknya merasa sudah berada dalam jalur yang benar.

Keberatan itu disampaikan perwakilan Persis Solo dalam kongres PSSI di Jakarta, Sabtu (13/1/2018). Persis Solo secara tegas meminta Persis GR mengganti nama dan logo klub.

Pasalnya nama dan logo itu sangat identik dengan Persis Solo. (Baca : Polemik Nama dan Logo Persis GR, Persis Solo Sampaikan Protes Saat Kongres PSSI)

Terkait hal itu, Setiyo pun mempersilakan jika ada klub atau pihak lain yang keberatan atas logo dan nama klubnya. “Silakan pihak manapun melakukan keberatan. Karena itu hak mereka. Kami memiliki landasan hukum yang jelas,” terang Setiyo kepada KAMPIUN.ID, Minggu (14/1/2018).

Persis GR merupakan klub yang berdiri tahun 2015 lalu. Awalnya klub yang berkompetisi di Liga 3 itu berada dibawah naungan Yayasan Persis Muda Gotong Royong Solo.

Namun pada tahun lalu, Persis GR resmi menjadi klub profesional dibawah naungan PT Persis Gotong Royong. Dengan kucuran dana segar dari sang pemilik yang merupakan pengusaha transportasi beserta sponsor lain, Persis GR mengontrak tim pelatih dan pemain berkualitas.

Baca Juga  Mitra Kukar Petik Kemenangan Besar Jelang Hadapi Persis Solo

Mereka pun menjadi satu dari sedikit klub di Indonesia yang sudah memiliki bus dan mess sendiri. Sayangnya, pada kompetisi lalu mereka hanya mentok di babak 32 besar Liga 3.

Soal logo dan nama klub, Persis GR dan Persis Solo memang memiliki kemiripan, bahkan sama. Logo klub hanya memiliki perbedaan tulisan “Gotong Royong” pada Persis GR dan gambar bola pada Persis Solo.

Persis Solo sendiri berada dibawah naungan PT Persis Solo Saestu. Saham mayoritas dimiliki putra Solo yang menjadi pengusaha di Jakarta, Sigit Haryo Wibisono.

Nofik Lukman Hakim