Perlawanan Persis Solo Saat Celebration Game Untungkan PSS Sleman

Para pemain PSS Sleman dan Persis Solo saat berpose dalam asap pekat celebration game di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (19/1/2019). Foto : Nofik Lukman Hakim

Permainan apik yang diperagakan Persis Solo saat celebration game menjadi keuntungan tersendiri bagi PSS Sleman. Laga itu menjadi modal menatap leg pertama babak 32 besar Piala Indonesia 2018, melawan Barito Putera di Stadion Demang Lehman, Martapura, Banjar, Rabu (23/1/2019).

Ada 15 pemain yang diboyong ke Kabupaten Banjar. Rombongan berangkat tanpa kehadiran pelatih kepala Seto Nurdiyantoro yang sedang kursus pelatih AFC Pro di Spanyol. Meski tak memasang target tinggi, tim Elang Jawa berkeinginan menyulitkan tuan rumah.

Asisten Pelatih PSS Sleman, Listiyanto Raharjo mengatakan, kondisi fisik tim sejatinya belum ideal untuk tampil konsisten 90 menit. Apalagi tim baru memulai latihan jelang celebration game lalu.

Namun untungnya, atmosfer pertandingan celebration game memberikan pelajaran. Skuad Elang Jawa sudah merasakan perlawanan impresif Persis Solo dan kehadiran lebih dari 26.000 penonton.

“Yang kita jadikan patokan adalah tim yang tampil babak kedua. Itulah tim bayangan yang kira-kira akan kita mainkan di kandang Barito Putera,” terangnya kepada KAMPIUN.ID, Senin (21/1/2019).

Ega Rizky tampil bagus saat celebration game. Apalagi dia baru saja perpanjangan kontrak dengan PSS Sleman. Semangatnya pun sudah pasti akan berlipat.

“Saya sempat standing applause pada Ega. Penyelamatan yang dia lakukan saat menepis tendangan Azka Fauzi benar-benar bagus. Dia juga bertanggungjawab atas kesalahan yang dilakukan, dia kejar bola sampai garis,” ucapnya

Belum lagi keberadaan pemain-pemain baru, seperti Kushedya Hari Yudo, Sidik Saimima, Haris Tuharea, Ricky Kambuaya dan Derry Rachman Noor. Para pendatang baru pasti ingin menunjukkan bahwa mereka pantas masuk PSS Sleman.

“Terlepas dari kekurangan fisik dan pos pemain, kita akan coba tampil maksimal,” tuturnya.

Nofik Lukman Hakim