Psywar PSS Sleman: Jangan Sepelekan Alumni Liga 2

Penggawa PSS Sleman saat merayakan keberhasilan lolos ke Liga 1 2019. Foto : Richie Setiawan

PSS Sleman langsung menebar ancaman kepada kontestan Liga 1 2019. Meski tak mendatangkan nama-nama mentereng, tim Elang Jawa sukses menebar ancaman dalam bentuk kemenangan atas Barito Putera 2-1.

Kemenangan ini boleh saja diraih dalam ajang Piala Indonesia 2018/2019. Namun jangan salah, kemenangan ini diraih PSS Sleman saat Barito Putera berstatus tuan rumah. Laga ini berlangsung di Stadion Demang Lehman, Martapura, Kabupaten Banjar, Rabu (23/1/2019).

Kalau banyak yang berkata Barito Putera tak bermain di Stadion 17 Mei atau belum mengeluarkan amunisi sebenarnya, PSS Sleman pun sama saja. Jawara Liga 2 2018 ini hanya membawa 16 pemain dan tak didampingi pelatih kepala, Seto Nurdiyantoro yang sedang di Spanyol.

Artinya, kemenangan ini memang pantas dijadikan peringatan bahwa talenta Liga 2 tak bisa diremehkan. Ya, pemain-pemain yang lama berkecimpun di Liga 2 juga bisa mengejutkan tim dengan segudang pemain mahal.

Dalam leg pertama babak 32 besar itu, PSS Sleman menurunkan empat rekrutan anyar dalam starting eleven. Para alumnus Liga 2 di antaranya, Derry Rachman Noor (bek kiri/PSMP Mojokerto), Haris Tuharea (sayap kiri/PSMP Mojokerto), Ricky Kambuaya (gelandang serang/PSMP Mojokerto) dan Kushedya Hari Yudo (penyerang/Kalteng Putra).

Mereka dikombinasikan pemain-pemain lama yang membawa PSS Sleman berjaya musim lalu. Mulai Try Hamdani, Bagus Nirwanto, Ikhwan Ciptady, Asyraq Gufron Ramadhan, Wahyu Sukarta, Hamdan Zamzani dan Rangga Muslim.

Kapten PSS Sleman, Bagus Nirwanto menilai kompetisi strata satu maupun dua sama saja. Persaingannya sama-sama ketat, tinggal siapa yang memiliki kemauan lebih untuk bekerja keras.

“Ini menjadi pembuktian bahwa pemain Liga 2 juga bisa. Kemenangan ini menambah motivasi dalam perjalanan ke Liga 1,” Bagus kepada KAMPIUN.ID, Rabu (23/1/2019).

Bagus menilai, dalam laga ini para pemain tampil enjoy. Kondisi fisik yang belum maksimal bisa ditutupi dengan semangat dan kemauan para pemain untuk meraih hasil positif.

Tekanan dari suporter tuan rumah pun tak berarti apapun, mengingat PSS Sleman sebelum ini sudah bermain dihadapan lebih dari 26.000 penonton saat celebration game lawan Persis Solo, Sabtu (19/1/2019).

“Tekanan dari suporter tuan rumah malah membuat kita jadi semakin termotivasi,” tutur pemain asal Sidoarjo ini.

Kushedya Hari Yudo saat tampil dalam celebration game lawan Persis Solo di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (19/1/2019). Foto : Richie Setiawan

Hal sama juga diungkapkan Kushedya Hari Yudo. Pencetak dua gol kemenangan PSS Sleman atas Barito Putera ini benar-benar super lega.

Keraguan atas perekrutan alumni Liga 2 bisa terbantahkan dengan kemenangan atas tim bertabur bintang besutan Jacksen F Tiago.

“Saya juga tahu, katanya pemainnya kok itu-itu saja. Tapi inilah sepak bola. Ketika awalnya diremehkan, kita bisa menjawabnya dengan kerja keras. Kalau kerja sama berjalan luar biasa, ada kekompakan, kita pasti bisa,” ungkap Kushedya.

“Paling tidak dengan kemenangan ini, kita tidak disepelekan lagi, tidak dipandang sebelah mata,” imbuh pemain asal Malang ini.

Skuad alumnus Liga 2 masih punya tugas pada 31 Januari 2019 nanti. Mereka kembali menghadapi Barito Putera dalam leg kedua di Stadion Maguwoharjo Sleman. Meski hasil imbang saja sudah cukup, skuad Elang Jawa menginginkan kemenangan lagi.

“Main di Barito saja kita bisa meraih kemenangan, kenapa di Maguwo tidak bisa? Kita harus optimis. Main di Maguwo dan disaksikan suporter, kita harus bisa meraih kemenangan,” tegasnya.

Nofik Lukman Hakim