Susunan Tim Pelatih PSIM Jogja Tak Berubah

Pelatih PSIM Jogja, Bona Simanjuntak (kanan) saat berembug dengan manajer tim, Erwan Hendarwanto di pinggir lapangan, Stadion Sultan Agung Bantul. Foto : Richie Setiawan

Bona Simanjuntak tinggal selangkah lagi kembali membesut PSIM Jogja. Performa apik musim lalu jadi pertimbangan manajemen Laskar Mataram menginginkan Bona bertahan pada Liga 2 2019.

PSIM menunjukkan performa menawan meski musim lalu berbekal persiapan minim. Dari 22 pertandingan, PSIM mencatatkan 12 kemenangan, empat kali seri dan hanya enam kali kalah.

Sejatinya, PSIM mengumpulkan 40 poin atau menjadi yang terbaik kedua di grup timur. Mereka hanya kalah dari PSS Sleman yang mengumpulkan 43 poin.

Namun karena PSIM dijatuhi sanksi pengurangan sembilan poin oleh FIFA, skuad besutan Bona Simanjuntak harus rela berada di posisi enam dengan 31 poin. Langkah PSIM pun terhenti pada fase grup.

Menatap musim depan, PSIM bebas dari sanksi pengurangan poin. Performa musim lalu diharapkan kembali muncul. Sebagai langkah pertama, nahkoda tim pun diharapkan tak ada perubahan, termasuk posisi Bona sebagai pelatih kepala.

“Secara lisan sudah disampaikan manajemen bahwa formasi tim pelatih masih tetap dipertahankan. Saya pribadi siap bila dipercaya lagi, apalagi musim lalu sinergitas tim berjalan bagus,” terang Bona Simanjuntak kepada KAMPIUN.ID, Minggu (6/1/2019).

Baca Juga  Regulasi Liga 3 Boleh Gunakan Pemain Senior, Persebi Boyolali Akhirnya Rekrut Eks Kapten Persis Solo

Bona mengatakan, kans meraih prestasi musim depan lebih terbuka. Pasalnya, PSIM akan mengawali kompetisi dengan poin nol atau sama seperti kontestan lain. Materi pemain pun menurut Bona bisa bersaing. Ada 60-70 persen skuad yang layak dipertahankan.

“Saya yakin dengan tim yang ada sekarang. Tinggal nanti kita pikir untuk menutup pos-pos mana yang masih kurang. Kita cari tambahan agar tim ini lebih kuat,” tutur Bona.

Pertemuan lanjutan antara tim pelatih dengan manajemen belum digelar lagi. Hal ini sama seperti tim-tim lain, dimana persiapan baru dimulai setelah pelaksanaan kongres tahunan PSSI.

Nofik Lukman Hakim