Alasan Masuk Akal Bogor FC dan Persiba Datangkan Pemain Bintang

Skuad Persiba Balikpapan. Foto : Nofik Lukman Hakim

Bogor FC dan Persiba Balikpapan bergerak cepat menatap kompetisi Liga 2 2019. Bukan saja menggelar persiapan lebih awal, dua tim ini mendatangkan pemain-pemain berkelas.

Bogor FC menjadi tim paling disorot. Saat tim-tim lain masih tidur pada bulan Januari, Bogor FC sudah mengikat 22 pemain. Satu per satu pemain diperkenalkan lewat instagram resminya.

Ada nama Gusti Rustiawan, M Agung Pribadi, Ade Suhendra, Rudiyana, Ngurah Nanak, Rosi Noprihanis hingga Aditya Putra Dewa. Para pemain itu pernah merasakan kasta tertinggi Liga Indonesia.

Persiba tak kalah mentereng. Dalam fase awal ini, ada delapan eks Madura FC. Hadir pula Slamet Budiyono (eks PSS Sleman), Ismail Haris (eks PSIM Jogja) hingga Aji Kusuma (eks Timnas U-19).

Pergerakan tim Satgas Antimafia Bola menjadi alasan kedua tim ini bergerak. Chief Executive Officer (CEO) Bogor FC, Effendi Syahputra meyakini kompetisi musim depan bebas dari “non teknis”. Pemenangan pertandingan pun ditentukan dari kualitas timnya.

“Kualitas tim benar-benar dipertaruhkan musim ini. Kalau kita tidak punya pemain-pemain berkualitas, sulit untuk meraih prestasi,” terang Effendi kepada KAMPIUN.ID

Baca Juga  Laga PSCS Cilacap vs Barito Putera Batal, Ini Alasannya
Pelatih Madura FC, Salahudin saat duduk di bench Stadion Maguwoharjo Sleman. Foto : Richie Setiawan

Ditambahkan pelatih Persiba, Salahudin, pergerakan Satgas Antimafia Bola membuat oknum-oknum “pengatur pertandingan” akan kesulitan. Pasalnya semua perangkat wasit berada dalam pengawasan khusus pihak kepolisian.

“Ini menjadi tantangan bagi setiap tim, termasuk kita untuk membentuk skuad yang kuat. Saya cukup terbantu karena manajemen Persiba sudah bergerak lebih dulu. Semakin lama persiapan, semakin bagus buat kita,” tuturnya.

Bila tak ada perubahan, Liga 2 akan dimulai setelah lebaran atau pertengahan bulan Juni 2019. 24 klub peserta akan dibagi dalam dua grup berbeda.

Nofik Lukman Hakim