Diajak Gabung PSIM dan PSCS, Ini Klub Pilihan Qischil Minny

Qischil Gandrum Minny saat masih berseragam PSS Sleman. Foto : Nofik Lukman Hakim

Qischil Gandrum Minny akhirnya memilih Persita Tangerang sebagai pelabuhan baru. Keputusan penyerang 31 tahun ini membuat PSIM Jogja dan PSCS Cilacap harus gigit jari.

Qischil tampil bagus selama dua musim berseragam Martapura FC. Ia bukan sekadar menjadi kapten, namun juga mesin gol klub asal Kalimantan Selatan itu.

Pada akhir musim 2018, ia sempat berseragam PSS Sleman. Keputusan menerima tawaran tim Elang Jawa akhirnya berbuah manis. Klub yang dibelanya sukses mengunci gelar Liga 2 2018.

Performa bagus bersama tim kasta kedua membuat eks Arema FC laris manis. Ada banyak klub yang menghubunginya. Tiga di antaranya adalah PSIM Jogja, PSCS Cilacap dan Persita Tangerang.

Pendekar Cisadane akhirnya jadi pilihan Qischil. Persita yang musim ini dilatih Widodo Cahyono Putro (WCP) sukses meyakinkan Qischil. Meski ada klub yang memberi gaji lebih tinggi, pilihan Qischil mantap pada Persita.

“Insyaallah saya menjadi bagian tim Persita musim ini. Hari Senin nanti saya akan gabung latihan di Tangerang,” terang Qischil kepada KAMPIUN.ID, Kamis (14/2/2019) siang.

Qischil bercerita soal proses gabung Persita. Semifinalis Liga 2 2018 ini menjadi klub pertama yang menghubunginya. Komunikasi dilakukan langsung oleh WCP. Qischil mengaku senang bisa bekerja sama dengan salah satu penyerang ganas di Indonesia tersebut.

“Saya menjalin komitmen lebih dulu dengan Persita. Beberapa jam kemudian pak Bambang (Manajer PSCS Cilacap) menghubungi, disusul sama PSIM. Bisa saja saya membatalkan komitmen dengan Persita, apalagi ketika ada tawaran lebih besar. Tapi saya bukan pemain seperti itu. Ketika sudah buat komitmen, saya akan pegang itu. Dan klub pertama yang buat komitmen dengan saya adalah Persita,” tutur Qischil.

Qischil menilai Persita sebagai tim yang menarik musim ini. Apalagi dengan kegagalan musim lalu merebut tiket promosi ke Liga 1, Persita pasti akan serius memperjuangkan tiket Liga 1 2020.

“Keberadaan coach Widodo juga menjadi pertimbangan tersendiri. Apalagi coach yang telepon langsung. Semoga musim ini bisa memberikan yang terbaik,” ucapnya.

Nofik Lukman Hakim