Dirumorkan Diakusisi Klub Liga 3, Nasib Perseru Serui Bisa Seperti Dua Klub Papua Ini

Skuad Perseru Serui. Arthur Bonai jongkok paling kanan. Foto : Richie Setiawan

Finansial tinggi memang harus dimiliki klub-klub yang bermarkas di Papua. Kompetisi Liga Indonesia memang membuat mereka bisa cukup banyak menggelar pertandingan ke pulau Jawa, Bali, Sumatera, Sulawesi, hingga Kalimantan.

Kabar terbaru muncul dari klub Perseru Serui yang terancam mengundurkan diri dari kompetisi Liga 1 2019.

“Karena alasan Finansial dan tidak adanya sponsor maka PERSERU Serui akan meninggalkan atau keluar dari LIGA 1/Liga dengan kasta tertinggi persepakbolaan indonesia, Sayonara PERSERU,Sayonara Stadion MARORA @PSSI @KEMENPORA_RI @IDFreeport,” tulis akun @kotaserui.

Kabar Perseru akan diakusisi oleh klub Liga 3 Lampung Sakti sebenarnya sudah muncul beberapa hari terakhir, khususnya dari apa yang pernah didengar oleh petinggi klub di Liga Indonesia.

”Isunya Perseru merger dengan Lampung Sakti memang sudah lama saya dengar,” terang salah satu manajer klub Liga Indonesia.

Skuad Bogor FC saat menjalani uji coba dengan tim Lampung Sakti. Foto: Official Bogor FC.

Pernyataan resmi Perseru hingga PT. LIB memang belum muncul. Namun kabar yang berkembang saat ini tentu membuat banyak pihak kaget.

Di Liga 1 2018 musim lalu sendiri Perseru ada di posisi ke-14 dengan tabungan 42 poin, sama dengan yang diraih oleh PS Tira yang juga terbebas dari jurang degradasi.

Khusus untuk tiga klub di bawahnya terpaksa harus terdegradasi. Mulai dari Mitra Kukar (39 poin), Sriwijaya FC (39 poin), dan PSMS Medan (37 poin).

Bubarnya Perseru karena alasan finansial, ataupun cari jalan aman agar tetap berkiprah di kasta tertinggi dengan langkah merger, tentu tetap saja ada hal yang bisa membuat para pendukungnya kecewa berat.

Banyak klub asal Papua yang harus rela melakukan merger. Persiwa Wamena masih ada hingga saat ini, walaupun musim ini mereka terpaksa harus terdegradasi ke Liga 3.

Edo Febriansyah (berdiri kedua dari kanan) saat masuk starting eleven Persiwa Wamena. Foto : Istimewa

Musim lalu, tim ini memutuskan merger dengan PPLM dan terjun di ajang Liga 2. sebelum merger dengan Persiwa, sebelumnya tim PPLM lebih dulu merger dengan Blitar United di pra kompetisi jelang bergulirnay Liga 2 2018.

Belakangan hal tersebut tak batal dan di luar dugaan sebelum kick off Liga 2, manajemen PPLM memutuskan berganti dengan merger dengan Persiwa. Tim inipun nmemutuskan untuk tak berhome base di tanah Papua.

Sempat memulai langkah dengan berkandang di Depok, belakangan tim ini memuskan pindah ke Cirebon.

Di musim 2017, PPLM ternyata merger dengan klub asal Sumatera, yakni PS Bengkulu.

Hal menarik dari tim ini adalah manajer Persiwa dan PPLM saat ini adalah Borgo Pane. Dirinya cukup akrab dengan klub bernama Persires.

Klub ini sejarinya asal Rengat Riau, namun beberapa tahun terakhir tim ini memutuskan untuk pindah-pindah homebase ke pulau bali dan Jawa dengan tambahan beberapa nama belakang.

Tim ini awalnya bermarkas di Pekanbaru. Pada 2011 tim pindah homebase ke Bali dan berganti nama menjadi Persires Bali Devata, lalu pindah lagi dan ganti nama jadi Persires Banjarnegara di kompetisi LPIS 2013, dan pindah ke Watubelah Ciregon dan ganti nama jadi Persires Cirebon.

Pada 2014 mereka pindah ke Stadion Mashud Wisnusaputra Kuningan dan ganti nama jadi Persires Kuningan FC.

Sebelum kompetisi Divisi Utama 2015 akhirnya tak jadi digelar karena PSSI di bekukan oleh Menpora, tim ini ternyata memutuskan pindah ke Stadion Gelora Merdeka Sukoharjo dan ganti nama jadi Persires Sukoharjo.

Sejak 2017, tim ini dibeli oleh PT. Great Giant Pineapple Companny (CGPC) Humas Jaya, dan ganti nama jadi Lampung Sakti yang masih berkompetisi di Liga 3.

Klub Lampung Sakti inilah yang dikabarkan melirik untuk merger dengan klub Papua, Perseru Serui.

Korban dari sebuah merger juga dirasakan oleh Persiram Raja Ampat. PS TNI pada tahun 2016 mengakuisi lisensi Persiram yang terjun di kasta tertinggi kala itu.

Pada kompetisi ISC A 2016, tim ini tetap menggunakan nama PS TNI. Harga akuisisi Persiram sendiri bernilai Rp 17 Miliar, seperti apa yang diberitakan oleh FourFourTwo.

Belakangan PS TNI pindah ke Bantul pada musim 2018 dan berganti nama menjadi PS Tira. Kini tim ini memutuskan pindah lagi ke Bogor, dan memastikan merger dengan klub Liga 3 Persikabo Bogor. Di kompetisi Liga 1 2019, nama PS Tira Persikabo  akan digunakan.