Ilham Irhas dan Jodi Kustiawan Gabung Persis Solo

Jodi Kustiawan (kiri) bersama tiga rekannya saat mengamati proses seleksi Persis Solo di Stadion Sriwedari Solo, Rabu (13/2/2019). Foto : Richie Setiawan

Persis Solo bukan saja jadi distributor pemain bagi PSS Sleman. Ternyata, Laskar Sambernyawa berpeluang kebagian skuad Elang Jawa saat menjadi juara Liga 2 2018.

Ilhamul Irhas dan Jodi Kustiawan terlihat hadir dalam seleksi Persis Solo di Stadion Sriwedari, Rabu (13/2/2019) pagi. Keduanya bersaing dengan puluhan pemain lain dalam seleksi tertutup.

Bagi kedua pemain ini, Persis Solo bukanlah tujuan baru. Jodi sempat memperkuat Persis Solo saat mengikuti Plumbon Cup 2015 di Karanganyar.

Pada 2017 lalu, ia hampir gabung Persis Solo bersama Chandra Waskito, sebelum kemudian diminta balik PSS Sleman. Keduanya menjadi maskot salah satu brand sponsor tim Elang Jawa.

Perjalanan Irhas pun serupa dengan Jodi. Bedanya, Irhas yang kala itu dinego bersama Rudiyana batal gabung.

Kala itu, manajemen tak setuju dengan kenaikan nilai kontrak yang diminta Irhas. Pemain asal Malang pun kemudian malah berlaga di Liga 1 bersama Persiba Balikpapan.

Kini, kesempatan menjadi bagian Persis Solo terbuka lebar. Keduanya termasuk pemain yang disorot tim pelatih. Jodi bisa menggantikan tempat Ikhwan Ciptady maupun Asyraq Gufron yang gabung PSS Sleman. Sementara Irhas bisa mengisi sektor tengah Persis Solo.

Ditemui KAMPIUN.ID usai seleksi, Jodi mengungkapkan alasan merapat ke Persis Solo. Ia punya hasrat membawa Persis Solo promosi ke Liga 1, setelah dua musim terakhir gagal mewujudkannya.

“Tahun lalu Persis hampir lolos. Mungkin tahun ini bisa terkabulkan. Apalagi pemilihan Maguwo dekat dengan Solo, jadi jarak suporter untuk mendukung tim lebih dekat. Stadion Manahan juga rencananya jadi akhir tahun ini, jadi motivasi untuk berprestasinya akan semakin besar musim ini,” kata Jodi Kustiawan, Rabu (13/2/2019).

Mantan pemain PSS, Martapura FC hingga Persela Lamongan ini mengakui kehadirannya seperti sebuah proses yang tertunda.

“Dulu hampir kesini. Saya dulu diajak coach Widyatoro kesini, sempet oke, namun ternyata batal karena ada miskomunikasi. Mungkin kemarin rezekinya masih harus bertahan di Sleman,” ucapnya.

Jodi menyebut statusnya kini tak terikat dengan klub manapun, termasuk PSS Sleman. Jodi tak masuk dalam proyeksi PSS Sleman bersama Seto Nurdiyantoro di Liga 1 2019.