Pemain Belanda Blak-Blakan Borok Sepakbola Indonesia (7)

Kristian Adelmund (kiri) bersama pemain PSS Sleman. FOTO: Twitter Kristian Adelmund.

WAKTUNYA LEBIH DEKAT DENGAN SANG AYAH

 

Perjalanan Kristian Adelmund di Liga Indonesia, akhirnya berakhir di Persela Lamongan. Sejak 1,5 tahun lalu dirinya harus meninggalkan tim ini karena sang ayah tengah sakit. Perjalanan karirnya di Indonesia akhirnya harus diakhiri.

”Aku ingin menghabiskan waktu tersisa bersama dengannya (ayah). Klub (Persela) memahami situasi ini dan mereka memutuskan kontrak saya,” ujarnya.

Salah satu pertandingan terakhir dia bersama Persela yang paling dikenang ialah kala timnya melawan Sriwijaya FC di ajang ISC-A 2016.

Saat itu timnya tengah tertinggal 2-0. Peluang tendangan bebas yang hampir lebih dekat ke titik tengah lapangan, ternyata bisa berbuah menjadi gol dari tendangan kencang kakinya.

”Saya mencetak tendangan bebas empat puluh meter, yang tentu saja membuat saya cukup populer. Pada duel terakhir saya, para suporter (La Mania) terus bernyanyi untuk saya, dan ada spanduk yang bertuliskan teks seperti: ‘Adelmund kami akan merindukanmu!’ dan ‘Beri kekuatan untuk Ayahmu!’, Ada di sisi tribun. Air mata saya mengalir di pipi, semua lagu dari suporter seperti tertuju kepada saya sepanjang pertandingan. Saya tidak bisa berhenti menangis. Saya menyadari bahwa waktuku sudah habis, dan aku harus pulang karena alasan ini,” ungkapnya.

jaladwara