Manuchekhr Dzhalilov datang ke Indonesia dengan atribut mentereng. Pemain terbaik Piala AFC 2017 hingga pencetak gol terbanyak timnas Tajikistan sepanjang masa jadi sedikit dari banyaknya prestasi sang pemain.

Manu sapaan akrab Manuchekhr Dzhalilov pindah ke Sriwijaya FC musim lalu. Penampilan sang pemain terbilang konsisten di tengah terpuruknya Sriwijaya FC.

Pemain berusia 28 tahun ini sukses mencetak tujuh gol dan lima assist dari 30 penampilannya di Liga 1 2018. Sayangnya raihan tersebut gagal membawa Sriwijaya FC bertahan di Liga 1.

Setelah Sriwijaya FC terdegradasi, masa depan Manuchekhr Dzhalilov pun dispekulasikan. Beberapa klub baik di Indonesia maupun luar negeri tertarik menggunakan jasanya.

Namun sang pemain memilih bertahan di Indonesia. Persebaya Surabaya dipilih untuk menjadi pelabuhan barunya.

Bersama klub asal Jawa Timur ini, Manu diproyeksikan mengisi satu posisi di lini depan. Ia ditandemkan dengan sesama pemain baru, Amido Balde.

Duet tersebut langsung membuahkan hasil kala keduanya melakukan debut melawan Persinga Ngawi pada Sabtu (16/2) di Stadion Gelora Bung Tomo.

Baca Juga  Inilah Daftar Pemain Mitra Kukar untuk Liga 2 2019

Manu mencetak satu gol, sedangkan Amido sukses menyarangkan empat gol dalam laga yang berakhir 8-0 untuk Persebaya Surabaya.

Tiga hari berselang, Manu kembali berkontribusi besar bagi Persebaya. Manu mencetak gol dalam kemenangan Persebaya atas Persidago dalam babak 16 besar Piala Indonesia.

Namun ini hanyalah permulaan bagi Manuchekhr Dzhalilov. Tantangan terbesar sang pemain adalah membawa Persebaya Surabaya berprestasi di Liga 1.

PROFIL SINGKAT

Nama: Manuchekhr Dzhalilov

Kewarganegaraan: Tajikistan

Umur: 28 tahun

Karier:

Lokomotiv Moscow (2008-2011)

Neftekhimik (2011-2015)

Istiqlol (2015-2017)

Sriwijaya FC (2017-2019)

Persebaya Surabaya (2019- )