Soal Bhayangkara FC Berkandang di Stadion Manahan, Ini Kata Indra Kahfi

Aksi Jakmania yang hadir si Stadion Manahan. FOTO: Jaladwara.

SOLO – Stadion Manahan Solo belakangan ini dikait-kaitkan dengan klub Bhayangkara FC. Stadion berkapasitas 24 ribu tempat duduk ini dikabarkan menjadi salah satu pilihan kandang Bhayangkara FC pada Liga 1 2018.

Selain Stadion Manahan, ada pula Gelora Delta Sidoarjo. Satu dari dua stadion ini diharapkan bisa menampung tim dengan jumlah suporter besar. Macam Persija Jakarta, Arema FC atau Persebaya Surabaya.

Soal pilihan Bhayangkara FC, ternyata manajemen sudah membuat keputusan. Kapten Bhayangkara FC, Indra Kahfi mengaku baru saja diberitahu jika Gelora Delta Sidoarjo akhirnya jadi pilihan untuk kompetisi mendatang.

“Baru kemarin saya diberitahu manajemen, kita tidak pakai Stadion Manahan. Kita akan di Gelora Delta Sidoarjo,” terang Indra Kahfi usai pertandingan melawan Persis Solo, Minggu (25/2/2018) sore.

Belum diketahui apakah track record Bhayangkara FC di Stadion Manahan menjadi salah satu pertimbangan. Yang jelas, jawara Liga 1 2017 tidak pernah memenangkan pertandingan di Stadion Manahan.

Terakhir, Vladimir Vujovic dan kawan-kawan kalah 0-1 dari Persis Solo. Sebelum ini mereka juga dua kali meraih hasil imbang saat Trofeo Bhayangkara 2017, melawan Arema FC dan Persija Jakarta. Serta dikalahkan Semen Padang 0-1 pada perempat final Piala Presiden 2017.

“Saat saya ikut PSPS tahun 2014, saya juga tidak menang disini,” tambah Indra Kahfi.

Bila tak ada perubahan, Stadion Manahan Solo tak akan jadi kandang klub Liga 1. Jauh sebelum ini, Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo sudah menolak niatan PSIS Semarang menggunakan Stadion Manahan. Pasalnya, intensitas penggunaannya sudah sangat padat.

Nofik Lukman Hakim