BCS Ancam Boikot, Ini 8 Tuntutan Mereka

Suporter PSS Sleman saat memberikan dukungan pada tim kesayangannya. Foto : Richie Setiawan

Suporter fanatik klub pendukung klub PSS Sleman, yakni Brigata Curva Sud (BCS) membuat sebuah gerakan. Ada banyak hal yang mereka anggap tidak puas, diantaranya tentu terkait kinerja manajemen Super Elang Jawa.

Komunitas ini berharap ada langkah pengelolaan yang baik yang dilakukan oleh pihak PT. Putra Sleman Sembada sebagai pengelola PSS, yang musim ini terjun di Liga 1 2019.

Berdasarkan latar belakang dan pengembangan dari temuan-temuan di lapangan sejak beberapa musim terakhir hingga hari ini. Kami, Brigata Curva Sud sepakat akan mengambil tindakan perihal hal-hal yang menjadi tanggung jawab PT. Putra Sleman Sembada (PSS),” tulis pernyataan resmi BCS.

 

Inilah poin-poin tuntutan Brigata Curva Sud kepada PT. Putra Sleman Sembada (PSS):

Program Pembinaan dan Akademi Usia Muda PSS Sleman

Putra Sleman Sembada (PSS) harus segera membentuk struktur pengembangan program pembinaan dan Akademi Usia Muda PSS Sleman. Ini merupakan program jangka pendek dan jangka panjang. Hal ini juga merujuk ketentuan sebagai salah satu klub peserta Liga 1 Indonesia atau Elite Pro Academy.

Baca Juga  Tarik Animo Penonton, Persatu Tuban Promosikan Dua Pemain PSIM Jogja

 

Mes untuk PSS Sleman

Putra Sleman Sembada (PSS) harus segera menentukan atau membuat hunian tetap bagi pemain dan ofisial PSS Sleman. Selain sebagai hunian tetap, mes diharapkan lengkap dengan fasilitas pendukung lainnya.

 

Lapangan untuk Berlatih

Putra Sleman Sembada (PSS) harus segera menentukan atau membuat lapangan untuk berlatih PSS Sleman. Mengingat beberapa kejadian PSS Sleman kesulitan mencari tempat untuk berlatih.

 

Marketing & Bussines Development

Putra Sleman Sembada (PSS) harus segera menentukan atau membentuk divisi khusus untuk menangani lingkup kerjasama, penjualan dan industri.Dalam beberapa tahun belakangan, PSS Sleman sangat diminati oleh multi-sponsor. Namun ini bukanlah hasil kerja dari PT. Putra Sleman Sembada (PSS), melainkan sponsor datang dengan sendirinya karena ceruk market yang dimiliki oleh supporter.

Menghapus Peran dan Posisi Ganda

Putra Sleman Sembada (PSS) harus segera menghapus peran dan posisi ganda di tubuh perusahaan. Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada dirasa tidak cakap jika harus memiliki lebih dari satu posisi dan peran. Kekurangan SDM ini jelas menghambat kinerja perusahaan.

Baca Juga  PSS Sleman Tim Promosi Terbaik, Seto Nurdiyantoro: Sebutan Itu Terlalu Dini

 

Manfaatkan dan Utamakan Peran Ofisial Media PSS

Putra Sleman Sembada (PSS) harus lebih cakap dalam penyampaian informasi ke publik. Terutama dalam hal rekrutan pemain, ofisial media dapat dijadikan sumber terpercaya bagi Sleman Fans dalam mendapatkan informasi.

 

Penyelenggaraan Pertandingan yang Profesional

Putra Sleman Sembada (PSS) harus membentuk panpel yang profesional yang dapat mengatasi masalah-masalah yang selama ini dikeluhkan supporter seperti masih banyaknya calo, sistem ticketing yang masih konvensional, dan oknum yang masuk tanpa tiket.

 

Standar Operasional Prosedur (SOP) yang Jelas dalam Perusahaan

Putra Sleman Sembada (PSS) harus memiliki SOP dan peran yang jelas di dalam masing-masing divisi perusahaan. SOP ini sangat penting agar tidak terjadi miss komunikasi dan tentunya tidak menghambat kinerja satu sama lain. Penempatan SDM yang memiliki kompetensi di bidang sepakbola dan pengembangannya.

 

Jika dari kedelapan poin di atas, PT. Putra Sleman Sembada tidak menyanggupi terhitung dimulai pada tanggal 2 Maret 2019. Brigata Curva Sud akan melakukan boycott pertandingan PSS Sleman selama batas waktu yang tidak ditentukan,” tegas BCS