Bek PSS Sleman Bicara Soal Kekeluargaan, Suporter dan Piala Presiden 2019

Bek PSS Sleman, Derry Rachman Noor berusaha menghentikan laju pemain Barito Putera, Paolo Sitanggang dalam leg kedua babak 32 besar Piala Indonesia 2018/2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (31/1/2019). Foto : Nofik Lukman Hakim

Derry Rachman Noor punya semangat menggebu-gebu jelang bergulirnya perhelatan Piala Presiden 2019. Ajang bergengsi ini menjadi kesempatan putra Bontang membuktikan diri layak direkrut PSS Sleman.

Sebelum merapat ke Sleman, nama Derry Rachman tak begitu dikenal. Bek kiri kelahiran 15 Desember 1994 ini sempat menjadi bagian tim Kalteng Putra, Perssu Sumenep dan PSMP Mojokerto.

Sebagai alumnus kompetisi kasta kedua, Derry begitu senang menjadi bagian tim Liga 1. Apalagi ia bergabung dengan tim PSS Sleman yang berstatus sebagai jawara Liga 2 2018.

Derry dalam Piala Indonesia 2018/2019 lalu menjadi pilihan utama PSS Sleman. Penampilannya cukup bagus di sektor kiri, bekerja sama dengan Haris Tuharea sebagai gelandang sayap kiri. Ia tak gentar meski berebut posisi dengan Jajang Sukmara yang punya bekal pengalaman berseragam Persib Bandung, PSMS Medan dan Barito Putera.

Kepada KAMPIUN.ID, Derry bercerita tentang proses adaptasi dengan tim Elang Jawa. Setelah dua tahun berada di Sumenep dan Kabupaten Mojokerto yang terbilang tak begitu gemerlap, Derry sangat menikmati suasana Yogyakarta.

Rekan barunya di PSS Sleman pun menyambut dengan hangat. Derry dalam setiap latihan malah terlihat sangat aktif, termasuk juga Sidik Saimima dan Haris Tuharea. Dia pun tak canggung untuk langsung berkomunikasi dengan rekrutan anyar asal Spanyol, Alfonso de la Cruz.

“Kekeluargaan di tim ini sangat bagus. Ketika ada masalah, kita hadapi bersama-sama. Dalam permainan pun kerja sama mulai padu, saling mengenal karakter temannya, sangat kompak,” kata Derry saat berbincang dengan KAMPIUN.ID di Stadion Maguwoharjo, Jumat (1/3/2019).

Derry Rachman Noor saat berseragam PSS Sleman dalam celebration game lawan Persis Solo di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (19/1/2019). Foto : Richie Setiawan

Satu hal yang membuatnya senang bergabung PSS Sleman adalah dukungan suporter. Dibanding klub-klub sebelumnya, PSS Sleman paling top bila bicara urusan suporter. Dalam setiap pertandingan kandang, stadion selalu penuh. Para fans pun tetap datang saat dua laga ke markas Barito Putera dan Borneo FC.

Derry pun tak merasa kehadiran suporter sebagai tekanan meraih kemenangan. Justru dia semakin terpacu dari menit ke menit ketika dukungan suporter tak henti mengalir kepada penggawa PSS Sleman.

“Kalau saya, stadion dalam kondisi penuh malah sama sekali tidak tertekan. Justru saya semakin termotivasi. Rasanya kalau main didukung banyak suporter itu tenaga bisa nambah terus,” tutur pria yang identik dengan nomor punggung 69 ini.

Bicara mengenai persaingan berebut pos bek kiri, Derry merasa rekannya juga punya kualitas. Baik Irsan Lestaluhu maupun Jajang Sukmara memiliki kelebihan tersendiri. Ia pun berusaha tampil prima dengan menambah jam latihan.

“Sebagai pemain tentu kita tidak bisa bersantai-santai. Latihan tambahan biasanya lebih fokus ke stamina. Bisa skipping, strength atau penguatan otot,” ucapnya.

Piala Presiden 2019 menjadi momen bagus untuk menunjukkan kualitas. Derry mengaku dalam kondisi siap tempur. Jika dipercaya turun dalam pertandingan, Derry siap memberikan yang terbaik untuk PSS Sleman.

“Soal nanti dipilih main atau tidak, pelatih yang lebih tahu. Kita berdoa agar bisa memberikan yang terbaik untuk tim PSS Sleman,” pungkasnya.

PSS Sleman akan mengawali laga dengan bersua Madura United di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (5/3/2019) sore. Derry dan kawan-kawna harus berjuang keras jika ingin lolos mewakili grup D. Selain Madura United, masih ada Persija Jakarta dan Borneo FC yang sama-sama punya ambisi besar.

Nofik Lukman Hakim