CEO PT.PSS: Slemania Tak Boleh Punah

Aksi Slemania saat mendukung tim kebanggaannya PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo Sleman Foto: Official Slemania.

Nama Slemania sempat berkibar sebagai salah satu komunitas suporter di Liga Indonesia, yang memiliki basis anggota yang cukup besar dan terkenal fanatik. Belakangan pamor mereka memang sedikit menurun setelah munculnya suporter pendukung PSS lainnya, yakni Brigata Curva Sud (BCS).

Dari sisi jumlah anggota, saat ini memang anggota BCS jauh lebih banyak ketimbang Slemania.

Slemania sendiri merayakan hari jadi ke-18 tahun, 20 Desember silam, namun acara perayaannya ternyata baru digelar di Sleman City Hall (SCH), Sabtu (8/3/19) malam.

Acara tersebut dihadiri CEO PT PSS, Soekeno, R.Supriyoko (mantan Ketua Slemania), Retno Dwi Sukmawati (Manajer PSS Sleman), Gustan Ganda (mantan Wakil Ketua Slemania), direksi PS PT PSS dan ratusan Slemania.

Acara di SCH itu menutup rangkaian acara ulang tahun dengan mengadakan pementasan musik sebagai puncak kegiatan.

Soekeno menungkapkan, Slemania merupakan bagian dari sejarah PSS Sleman. Sejak berdiri awal milenium lalu, Slemania tak pernah berhenti memberikan dukungan kepada tim Super Elang Jawa.

“Slemania adalah sejarah, jangan sampai punah. Kita berharap Slemania terlahir kembali, reborn dan tak akan lelah mendukung PSS Sleman,” ungkap Soekeno.

Baca Juga  Pelatih PSS Sleman Optimis Curi Poin dari Arema FC

Slemania selama ini menjadi pemain ke-12 bagi PSS Sleman setiap kali bertanding. Suka duka sudah dirasakan oleh Slemania sebagai suporter besar klub kebanggaan masyarakat Bumi Sembada.

“Dalam momentum ini bisa dijadikan semangat untuk kembali bangkit, demi kejayaan Slemania. Slemania reborn,” kata salah satu Presidium Slemania, Asep Handi Kurniawan yang dilansir dari situs resmi PSSI.