Chaidir Ramli, Kecintaan Pada Arseto dan 19 Tahun Jaga Piala Juara Galatama

Chaidir Ramli saat menunjukkan uang Rp 100 dan salinan transfer Indriyanto Nugroho dari Arseto Solo ke Pelita Jaya tahun 1996 di kediamannya, daerah Sumber, Banjarsari, Solo. Foto : Nofik Lukman Hakim

Tak seorang pun akan percaya ada piala juara Galatama yang tersimpan dalam sebuah rumah di wilayah Sumber, Banjarsari, Kota Solo. Piala itu milik Arseto Solo yang diraih saat menjadi juara Galatama musim 1990/1992.

Arseto Solo merupakan tim besar yang berjaya di era 80-90an. Klub itu milik Sigit Harjojudanto yang tak lain merupakan putra kedua mantan Presiden RI Soeharto. Sayangnya kejayaan klub ini harus terhenti pada usia 20 tahun atau tepatnya tahun 1998.

Chaidir Ramli merupakan salah seorang pelaku sejarah perjalanan klub yang berdiri tahun 1978. Baktinya kepada Arseto benar-benar tak terbantahkan. Meski Arseto sudah bubar, pria yang dulunya menjabat sebagai bagian umum hingga pengurus Diklat Arseto Solo ini masih menjadi penanggung jawab Lapangan Kadipolo yang dulunya merupakan markas Arseto.

Bahkan, Chaidir masih menyimpan sederet barang berharga milik Arseto. Mulai deretan foto saat Arseto masih berkiprah di Galatama, uang Rp 100 sebagai transfer Indriyanto Nugroho ke Pelita Jaya tahun 1996 hingga piala juara Galatama 1990/1992.

Khusus untuk piala juara Galatama, tentu hal ini begitu mengagetkan. Semua orang pasti berpikir piala itu kini berada di kediaman Sigit Harjojudanto, atau minimal Ismet Tahir yang menjabat sebagai manajer tim kala Arseto juara.

Namun nyatanya tidak. Saat terjadi penjarahan di Mess Arseto yang berlokasi di komplek Lapangan Kadipolo tahun 1998 lalu, ternyata Chaidir berhasil menyalamatkan aset paling berharga milik Arseto. Piala Wakil Presiden Try Sutrisno itu disimpannya selama 19 tahun di kediamannya yang berada di Kelurahan Sumber.

Chaidir Ramli (kanan) menyerahkan piala juara Galatama yang 19 tahun dirawatnya kepada Ismet Tahir yang kala itu menjabat sebagai manajer Arseto Solo. Foto : Istimewa

Piala itu baru keluar dari rumahnya saat reuni Arseto Solo pada November 2017 lalu. Dia menyerahkan piala itu kepada sang manajer, Ismet Tahir. Sebuah kelegaan yang luar biasa setelah 19 tahun merawat piala berlapis emas tersebut.

“Saya senang tahun lalu ada reuni Arseto. Bisa bertemu teman-teman lagi. Saat saya serahkan piala itu, pak Ismet kaget. Dikiranya piala sudah hilang entah kemana,” terang Chaidir saat berbincang dengan KAMPIUN.ID, Jumat (30/3/2018).

Chaidir bukan orang kaya. Rumahnya yang berada di Sumber juga tak berpagar besar, layaknya rumah megah yang biasa berisi piala. Namun suami dari Lusy Caritas ini bisa membuktikan bahwa kecintaan pada Arseto melebihi apapun.

“Saat saya serahkan, rasanya lega sekali. Rasanya benar-benar plong bisa menjaga piala ini. Beban ini sudah lepas. Bayangkan saja piala Galatama ini berlapis emas loh. Bersejarah pula,” tuturnya.

Saat ini kenangan yang terus dijaganya adalah bukti transfer Indriyanto ke Pelita Jaya. Uang warna merah bergambar kapal keluaran tahun 1992 itu masih tersimpan dengan rapi.

Uang Rp 100 sebagai transfer Indriyanto Nugroho dari ARseto Solo ke Pelita Jaya tahun 1996. Foto : Nofik Lukman Hakim

Bahkan lengkap dengan salinan surat permohonan transfer dari Pelita Jaya, surat persetujuan Arseto Solo serta kuitansi bertuliskan “uang transfer Sdr. Indrijanto Setia Adinogroho dari Ps.Arseto ke Ps.Pelita Jaya tertanggal 29 Maret 1996.

Kalau mau, uang ini bisa dia lepas ke situs jual beli dan sudah mengantre para kolektor dengan uang jutaan. Tapi sekali lagi, uang tak bisa membeli sejarah dan kecintaan pada klub Arseto.

“Sudah ada yang nawar jutaan rupiah. Tapi sampai kapanpun, ndak akan saya lepas. Ini kenangan dan sejarah,” tegas Chaidir.

Berikut Jalan Arseto Solo Menjadi Juara Galatama 1990/1992

18/11/1990
Arseto 2-1 Semen Padang
[Sukisno 30, Yunus Muchtar 48; Delvi Adri 23]

18/11/1990
Arseto 1-0 Medan Jaya
[Inyong Lolombulan 27]

22/11/1990
Arseto 3-0 Aceh Putra

29/11/1990
Gajah Mungkur 0-2 Arseto
[Ricky Yakobi 5, Unknown]

06/12/1990
Arseto 0-0 BPD Jateng

10/12/1990
Arseto 3-0 Perkesa Mataram
[Ricky Yakobi 53, 89, Yunus Muchtar 31]

06/01/1991
Petrokimia P. 1-0 Arseto
[Neng Syaifullah 47]

10/01/1991
ASGG 3-4 Arseto
[Hendri Susilo 2, 59, Mustaqim 25; Rusli Abu 18, 60, Nasrul Kotto 40,
Ricky Yakobi 70]

13/01/1991
Gelora Dewata 1-0 Arseto
[Ida Bagus Mahayasa 26]

14/02/1991
Arseto 2-0 Bentoel
[Eduard Tjong 14, Nasrul Koto 27]

21/02/1991
Arseto 0-0 Mitra

24/02/1991
Arseto 1-1 Arema
[Eduard Tjong 89; Mecky Tata 47]

07/03/1991
Barito Putra 1-0 Arseto
[Jalil Jamaludin 13]

14/03/1991
PKT Bontang 1-0 Arseto
[Agus Udin 83]

02/05/1991
Bandung Raya 1-2 Arseto
[Amir Huda 76; Nasrul Koto 14, Ricky Yakobi 39]

16/05/1991
Warna Agung 0-2 Arseto
[Yunus Mochtar 52, Ricky Yakobi 58]

19/05/1991
KTB 2-0 Arseto
[Makmun Adnan 38, Peri Sandria 71; Toyo Haryono og]

24/05/1991
Pelita Jaya 2-0 Arseto
[Bambang Nurdiansyah 40, 56]

04/07/1991
Arseto 2-0 Putra Mahakam
[Inyong Lolombulan 59, Sugianto 61]

18/07/1991
Arseto 2-0 Gelora Dewata
[Dedy M Darda 2, Kas Hartadi 58]

25/07/1991
Arseto 0-0 Petrokimia Putra Putra

01/08/1991
Perkesa Mataram 0-1 Arseto
[Ricky Yakobi 77]

11/08/1991

Aceh Putra 1-2 Arseto
[Syafrizal 76; Sugiarto 16, Bachrun Halik 56]

18/08/1991

Medan Jaya 0-1 Arseto
[Ricky Yakobi 62]

22/08/1991
Semen Padang 1-1 Arseto
[Taufik Yunus 46; Ricky Yakobi 81]

01/09/1991
Arema 1-2 Arseto
[Mecky Tata 8; Ricky Yakobi 33, Dedy M Darda 80]

15/12/1991
Gajah Mungkur 0-1 Arseto
[Inyong Lolombulan 59]

29/12/1991
BPD Jateng 0-1 Arseto
[Edward Tjong 65]

09/01/1992
Bentoel 0-1 Arseto
[Nasrul Kotto 88]

12/01/1992
Mitra 0-1 Arseto
[Ricky Yakobi 28]

02/02/1992
Arseto 3-1 Warna Agung
[Unknown]

06/02/1992
Arseto 1-1 PKT Bontang
[Sudirman 20; Amran 41]

13/02/1992
Arseto 2-0 Bandung Raya
[Nasrul Kotto 14, Inyong Lolombulan 60]

20/02/1992
Arseto 1-0 ASGG
[Sudirman 28]

23/02/1992
Arseto 1-2 Pelita Jaya
[Inyong Lolombulan; I Made Pasek Wijaya 65, Bambang Nurdiansyah 75]

Klasemen Akhir : 

1. Arseto 37 23 7 7 46-21 53 (Solo)
2. Pupuk Kaltim 37 22 7 8 50-24 51 (Bontang)
3. Pelita Jaya 37 19 10 8 42-24 48 (Jakarta)
4. Arema 37 18 11 8 54-29 47 (Malang)
5. Petrokimia Putra 37 15 16 6 42-24 46 (Gresik)
6. Medan Jaya 37 17 10 10 44-28 44 (Medan)
7. Barito Putra 37 13 16 8 37-25 42 (Banjarmasin)
8. Gelora Dewata 37 13 13 11 34-27 39 (Denpasar)
9. Perkesa Mataram 37 13 11 13 25-30 37 (Yogyakarta)
10. Mitra 37 11 14 12 38-30 36 (Surabaya)
11. Semen Padang 37 12 12 13 35-32 36 (Padang)
12. BPD Jateng 37 12 12 13 28-36 36 (Semarang)
13. ASGG Salim Grup Galatama 37 12 9 16 41-47 33 (Surabaya)
14. Bentoel Galatama 37 9 14 14 21-32 32 (Jember)
15. Putra Mahakam 37 8 14 15 32-47 30 (Samarinda)
16. Aceh Putra 37 8 12 17 24-57 28 (Lhokseumawe, Aceh)
17. Bandung Raya 37 8 10 19 23-39 26 (Bandung)
18. Gajah Mungkur Muria Tama 37 6 11 20 20-52 23 (Kudus, Central Java)
19. Kramayudha Tiga Berlian 19 7 5 7 25-17 19 (Bekasi)
20. Warna Agung 37 6 4 27 20-60 16 (Jakarta)

Nofik Lukman Hakim | Data : RSSSF