Gelaran Piala Presiden 2019 Tuai Sanjungan Panglima TNI

Gelandang PSS Sleman Brian Federico Ferreira saat melewati hadangan pemain Borneo FC dalam laga grup D Piala Presiden 2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (8/3/2019). Foto : Richie Setiawan

Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, memberikan pujian kepada panitia Piala Presiden 2019. Hal itu disampaikan Panglima TNI saat menerima Ketua Steering Committee (SC), Maruarar Sirait di Mabes Hankam, Jakarta, Jumat (29/3/2019).

Diterima pukul 14:30 WIB diruangan Panglima TNI, Maruarar hadir bersama beberapa perwakilan panitia lainnya. Seperti Risha Adi Wijaya (Organizing Committee), Ekin Gabriel (Emtek), dan Irhoan Tanudiredja (PricewaterhouseCoopers). Sambutan hangat ditunjukan Panglima TNI.

Dalam kesempatan tersebut, Ara, biasa Maruarar disapa, menyampaikan perkembangan Piala Presiden tahun ini yang sudah memasuki babak 8 besar. Di mana dua tim yaitu Kalteng Putra dan Persebaya Surabaya sudah memastikan satu tiket ke semi final.

Disampaikan Ara, Panglima TNI sangat mengamati betul pergelaran Piala Presiden. Tak hanya sampai disitu, Panglima TNI masih kata Maruarar, juga menyapaikan pesan-pesan positif demi kelancaran dan suksesnya ajang Piala Presiden yang sudah memasuki edisi keempat.

“Kami diterima dengan baik oleh bapak Panglima TNI. Memang sepak bola Indonesia ini diamati betul dan beliau sering menyaksikan,” ungkap Maruarar selepas pertemuan yang berlangsung satu jam lebih tesebut.

Panglima TNI yang diketahui adalah pecinta Arema, disampaikan Maruarar juga memberikan pujian atas terselenggaranya Piala Presiden 2019 sejauh ini. Panglima TNI menilai sejauh ini pergelaran Piala Presiden sudah berjalan baik.

Selain menyampaikan pesan dan masukan dari Panglima TNI, Maruarar juga menyampaikan kunci lancarnya pergelaran Piala Presiden 2019. Di mana salah satunya adalah sikap dewasa para suporter klub-klub Indonesia dalam menerima hasil yang didapat klubnya.

“Juga tidak kalah penting kesadaran suporter yang sangat luar biasa. Beberapa tim besar tidak lolos, tapi juga suporter semakin dewasa dan bijak. Itu sangat bagus sekali,” papar Maruarar.

“Kemarin Persija kalah, tapi suporternya bisa menerima dengan jiwa yang seportif. Persib juga tidak lolos fase grup padahal main di Bandung, tapi relatif cukup baik,” tutup pria berusia 49 tahun itu.

Chrismansyah Prayogo