Jaminan Finansial Investor Buat PSIM Jogja Lebih Percaya Diri

Pemain PSIM Jogja, Yoga Pratama saat berduel dengan pemain Persiwa Wamena, Taufiq Febrianto. Foto : Richie Setiawan

PSIM Jogja lebih percaya diri menatap kompetisi Liga 2 2019. Ada jaminan finansial yang diberikan investor asal Jakarta, untuk mencapai target promosi Liga 1 2020.

Pekan depan menjadi awal persiapan Laskar Mataram. Selain memanggil delapan pemain lama, ada lima bidikan baru yang diyakini cukup ampuh untuk mengarungi kompetisi musim ini.

Pos pelatih juga segera terisi. Ada sederet pelatih nasional dan asing yang sudah menyatakan kesediaan gabung PSIM. Manajemen menetapkan lisensi A AFC sebagai syarat pelatih dipilih.

Memulai persiapan lebih awal menjadi bukti PSIM percaya diri menatap kompetisi musim ini. Pada Liga 2 2018 lalu, PSIM termasuk tim paling terlambat dalam melakukan persiapan. Untung saja PSIM meraih hasil bagus dan lolos dari jerat degradasi.

Kali ini, targetnya bukan sekadar bertahan di kasta kedua. PSIM juga ingin berlaga di kasta tertinggi, sama seperti tim tetangga PSS Sleman yang promosi dengan gelar Liga 2 2018.

“Kita sudah gendeng investor dari Jakarta. Investor ini punya komitmen tinggi untuk memajukan PSIM. Kita sama-sama memasang target Liga 1. (Soal keuangan) sudah aman, insyaallah aman,” ucap Ketua Umum PSIM Jogja, Agung Damar Kusumandaru kepada KAMPIUN.ID, Rabu (20/3/2019).

Bulan ini skuat dan tim pelatih diharapkan sudah terkumpul. Barulah pada bulan April, PSIM mulai serius melakukan persiapan menatap kompetisi. Program akan menyesuaikan dengan pelatih terpilih.

“April targetnya sudah bisa action, dipersiapkan untuk kompetisi, jadi bukan untuk sarana uji coba. Kita bentuk tim untuk persiapan menghadapi kompetisi,” tegas Agung Damar.

Agung Damar menilai kali ini persiapan PSIM tak bisa dibilang terlambat. Apalagi tim-tim yang sudah latihan, ternyata belum mengontrak pemainnya. Ada peluang PSIM membajak pemain yang saat ini sudah berlatih dengan klub lain.

“Tim mana yang sudah kontrak pemainnya? Baru kesepakatan lisan, masih bisa (direkrut),” pungkasnya.

Nofik Lukman Hakim