Kalah dari Persela Lamongan, Pelatih Arema FC Anggap Pemainnya Bermain Bagus Hanya 10 Menit

Pelatih Arema FC, Milomir Seslija saat melakukan jumpa pers. Foto: Official PSSI.

Jika di laga perdana kontra Barito Putera Arema hampir kalah, hingga akhirnya bisa menang 3-2.

Ternyata situasi berbeda dirasakan tim ini di depan ribuan pendukungnya, yang melihat langsung aksi Arema FC melawan Persela Lamongan di pertandingan kedua babak penyisihan grup E Piala Presiden di Stadion Kanjuruhan.

Im asuhan Milomir Seslija itu menyerah 0-1 dari Laskar Joko Tingkir (julukan Persela Lamongan, Sabtu (9/3/2019) malam.

Kekalahan ini membuat kans Arema FC untuk lolos ke babak delapan besar Piala Presiden 2019 sedikit sulit

“Saya mesti jujur, harusnya kepercayaan diri kami naik usai menang atas Barito Putera. Tetapi ini sebaliknya, kami gagal total,” ujar pelatih Arema, Milomir Seslija.

Menurut Milo, sapaan akrabnya, Arema justru menjadikan Persela sebagai tim yang tampil bagus. Hal itu terjadi pascakesalahan demi kesalahan yang mereka lakukan.

Gol Persela dari kaki Washington Brandao di me nit ke-41, buah dari ketidaksigapan para pemain menjaga striker Persela tersebut, yang sukses memaksimalkan bola rebound.

Bola muntah Utam Rusdiana yang mengenai toang gawang, berhasil dimaksimalkan oleh striker asal Brasil itu.

“Gol Persela murni kesalahan Arema,” jelasnya.

Malahan, pelatih asal Bosnia itu menilai timnya baru bermain sepak bola dalam 10 menit terakhir. Dari menit ke-80, dia melihat bila yang berada di lapangan adalah tim Arema yang selama ini dia kenal.

Sebelumnya, lanjut Milo, tidak ada efektivitas permainan, tidak ada peluang berbahaya diciptakan.

Tetapi, 10 menit terakhir permainan menyerang Arema baru muncul, sayangnya itu sudah terlambat. Sebab, dengan fisik dan pertahanan yang baik, Persela bisa mempertahankan keunggulan.

“Kami coba mengumpulkan banyak pemain di tengah, memanfaatkan sayap dan crossing. Tetapi, malam ini (Sabtu–Red) secara keseluruhan kami tidak tampil untuk menang. Padahal seharusnya itu tidak terjadi ketika sebuah tim bermain di hadapan 40.000-an suporternya,” ketus Milo.