Kompetisi Belum Dimulai, Dinamika Kontestan Liga 2 2019 Sudah Luar Biasa

Penyerang Persiraja, Vivi Asrizal saat dikawal ketat gelandang Persis Solo, Tegar Pangestu dalam laga lanjutan Liga 2 2018 di Stadion Wilis Madiun. Foto : Richie Setiawan

Gambaran panasnya persaingan Liga 2 2019 sangat terasa jauh sebelum kompetisi dimulai. Bogor FC yang awalnya dijagokan kini dalam tanda tanya besar. Sementara PSIM Jogja yang sempat lesu tanpa pergerakan langsung menggemparkan.

Bogor FC benar-benar berbalik 180 derajat dalam waktu singkat. Tim yang awalnya disebut sebagai “Los Galacticos Liga 2”, kini justru dipertanyakan eksistensinya.

Mundurnya Chief Executive Officer (CEO) Effendi Syahputra menjadi penyebab utama. Ia mundur tak lama setelah sekelompok orang menunjukkan sikap tak suka pada keberadaan Bogor FC. Sikap itu ditunjukkan saat Bogor FC uji coba lawan Persikad Depok di Stadion Mini Cibinong.

Kepindahan Vladimir Vujovic menjadi salah satu tanda tanya Bogor FC. Vlado, sapaan akrabnya, sudah meninggalkan Laskar Kujang. Pelatih berlisensi B UEFA ini resmi menjadi head coach PSIM Jogja. Bukan tak mungkin kepindahan Vlado akan disusul para pemain Bogor FC.

Sebaliknya, masuknya Vlado ke PSIM membuat gempar pencinta sepak bola nasional. Apalagi sebelum memastikan Vlado sebagai pelatih, PSIM sudah lebih dulu nego dengan Raphael Maitimo. Pemain naturalisasi ini hanya tinggal menunggu waktu untuk diperkenalkan secara resmi oleh PSIM.

Status tim unggulan yang awalnya disematkan pada Bogor FC, kini berbalik ke PSIM. Apalagi investor baru PSIM yang dikomandoi Bambang Susanto siap menggelontorkan dana besar. Bahkan besarannya lima kali lipat dari anggaran musim lalu.

Dengan sokongan dana melimpah, ditambah Stadion Mandala Krida yang baru direnovasi besar-besaran, bisa dipastikan gairah PSIM menuju Liga 2 2019 sangat luar biasa.

Tentu saja dinamika ini bukan saja terjadi pada PSIM dan Bogor FC. Wakil pulau Kalimantan, Persiba Balikpapan, tak kalah menarik. Mereka ditinggal empat pilar yang awalnya masuk rekomendasi pelatih. Mulai Dikri Yusron (kiper), Iman Budi Hernandi (gelandang), Slamet Budiyono (winger) dan baru-baru ini, Fandy Edy (bek tengah).

Untung saja Persiba masih punya banyak pemain, plus pelatih Salahudin yang tiga tahun terakhir membuat kejutan di kasta kedua. Tim ini akan semakin matang karena punya rencana menggelar pemusatan latihan di pulau Jawa, atau tepatnya Kabupaten Malang.

Wakil Sumatera, Sriwijaya FC tak kalah menarik. Mereka mendatangkan tokoh-tokoh yang sempat membawa Sriwijaya FC mencapai kesuksesan besar. Mulai duet pelatih asal Jawa Tengah, Kas Hartadi dan Hartono Ruslan, serta Ferry Rotinsulu yang kini datang sebagai pelatih kiper.

Total ada sepuluh pemain yang sudah sepakat berseragam Sriwijaya FC. Beberapa nama, di antaranya Ferdiansyah (kiper), Yericho Christiantoko, Ambrizal (bek), Juan Revi, Hapit Ibrahim (gelandang), Yongki Aribowo hingga Moniega Bagus. Latihan perdana akan dimulai 1 April mendatang.

Persis Solo tak kalah semangat meski tiga kompetisi terakhir gagal merealisasikan target promosi ke Liga 1. Skuat besutan Agus Yuwono akan memulai latihan perdana pada 1 April. Ada belasan pemain yang resmi membela Persis Solo, diantaranya Sukasto Effendi (kiper), Jodi Kustiawan (Bek), Ilhamul Irhas (gelandang), Hapidin dan Ugiek Sugianto (penyerang).

Mitra Kukar dan Persita Tangerang tak kalah siap menatap kompetisi Liga 2. Apalagi kedua tim ini sudah “pemanasan” di Piala Presiden 2019. Otomatis tinggal melihat evaluasi setelah gagal berprestasi di turnamen tersebut.

Diluar tim-tim tersebut, sebenarnya ada juga tim yang sudah memulai pergerakan. Salah satunya Perserang Serang yang melakukan uji coba lawan tim Pra PON DKI Jakarta. Persiraja Banda Aceh pun sudah menggelar tur dengan melawan klub-klub lokal Aceh.

Freddy Muli mendekat ke Persibat Batang. Abdulrahman Gurning malah sudah mempersiapkan PSMS Medan dengan melakukan seleksi berjalan. Lalu Ibnu Grahan mengumpulkan pemain-pemain berkelas di PSCS Cilacap.

Sementara Persatu Tuban baru-baru ini menjuarai Trofeo Pasantenan Patifosi 2019, dengan mengalahkan Persipa Pati dan PSIS Semarang.

Menarik untuk menunggu dinamika apalagi yang akan terjadi sebelum kompetisi bergulir. Bila tak ada perubahan, kompetisi yang diikuti 24 klub ini akan dimulai pada pertengahan Juni atau setelah Lebaran.

Nofik Lukman Hakim