Pelatih Bali United Kecam Suporter Yang Pukul Pelatih Klub Kebanggaannya

Pelatih Semen Padang, Syafrianto Rusli saat berbincang dengan KAMPIUN.ID di Lapangan UNY, Depok, Sleman. Foto : Richie Setiawan

Aksi anarkis suporter indonesia kembali jadi buah bibir. Yang tengah jadi sorotan saat ini adalah aksi anarkis yang dilakukan suporter ke klub kebanggaannya.

Cukup miris, sebab itu dilakukan setelah melihat klub yang dibanggakannya kalah. Mereka melakukan aksi kritik berlebihan kepada pelatih di klub yang mereka bela.

Itu seperti yang sempat dilakukan suporter Persib Bandung dan Seman Padang kepada pelatih mereka.

Bali United yang sukses mengalahkan Semen Padang, ternyata ikut ngkritisi pemukulan yang dilakukan oknum suporter Semen Padang.

Pelatih Bali United Stefano Cuggura “Teco”  menyesalkan insiden pemukulan terhadap Pelatih Semen Padang FC Syafrianto Rusli oleh pendukung Kabau Sirah setelah pertandingan di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi pada Senin (11/3) malam.

Di laga kedua babak penyisihan grup B Piala Presiden itu, Semen Padang FC kalah 1-2 dari Bali United. Kekalahan itu memastikan kalau tim asal Sumatera Barat tersebut gagal lolos ke babak delapan besar.

“Saya lihat dua tim sudah kerja keras, saya pikir suporter harusnya apresiasi, jadi saya lihat suporter sangat buruk buat sepak bola Indonesia, karena setelah pertandingan ada suporter masuk ke lapangan pertandingan buat pukul pelatih tim sana,” kata Teco dalam jumpa pers usai pertandingan.

Baca Juga  Persija jakarta Makin Pede dengan Jersey Baru

Usai pertandingan sejumlah soporter Semen Padang merangsek ke dalam lapangan. Bahkan, terlihat ada yang berupaya memukul Syafrianto Rusli.

“Di sepak bola suporter harus tahu hasil akhir itu bisa menang, bisa kalah. Apapun hasil di sepak bola, suporter harus terima. Kenapa? ini sepak bola yang sportif. Contoh (pemukulan) seperti ini buat indonesia sangat buruk,” kata pelatih asal Brasil ini.

Teco mengatakan, suporter semestinya berada di tribun penonton. Apapun yang dilakukan di tribun tak masalah asal tidak melanggar ketentuan.

“Di atas sana kamu boleh teriak apapun, kamu sudah bayar beli tiket. Kamu boleh teriak apa-apa, sangat bagus tidak ada masalah. Tapi hari ini suporter masuk ke lapangan, dia pukul pelatih, saya lihat sendiri,” kata dia.