Penggawa PSIS Semarang Mulai “Rasakan” Gemblengan Pelatih Italia

Pelatih PSIS Semarang, Vincenzo Alberto Annese. Foto : Nofik Lukman Hakim

SEMARANG – Kedatangan Vincenzo Alberto Annese memang tak bisa langsung mengubah PSIS Semarang. Butuh waktu bagi pelatih asal Italia itu untuk membentuk Mahesa Jenar sesuai karakternya.

Vincenzo baru pekan ini memegang Bayu Nugroho dan kawan-kawan. Namun dia sudah melihat sendiri kualitas para penggawa PSIS saat dikalahkan PSM Makassar 0-2 di Stadion Mattoangin Makassar.

Artinya dia sudah punya gambaran tentang apa yang harus dibenahinya. Hal itu pun sudah mulai terlihat saat Mahesa Jenar berlatih di Lapangan Terang Bangsa, Semarang pada Selasa-Rabu (27-28/3/2018).

Latihan PSIS cukup berbeda. Sesi latihan baru dimulai pukul 08.30 WIB. Latihan berjalan selama sekitar 2,5 jam atau 150 menit. Ada deretan program latihan yang dilakukan di tiga lapangan berbeda dalam komplek tersebut.

Bagi pemain-pemain Indonesia, latihan di jam tersebut merupakan hal baru. Biasanya sesi pagi dimulai pukul 07.30 WIB. Bahkan ada juga yang mulai pukul 07.00 WIB.

Annese saat menjelaskan skema yang diinginkannya kepada para penggawa PSIS Semarang. Foto : Nofik Lukman Hakim

Terlihat pemain PSIS begitu kepanasan. Tak jarang ketika latihan berhenti sejenak, mereka langsung berlarian mengambil air minum dan berteduh di bawah pohon rindang.

“Setiap pelatih kan punya metode latihannya sendiri-sendiri. Semua mendukung termasuk pemain dan termotivasi untuk selalu belajar,” terang Manajer PSIS, Setyo Agung Nugroho, Rabu (28/3/2018).

Vincenzo bukan saja memberi materi strategi. Bahkan untuk hal detail, seperti memutar badan, kontrol bola, melepaskan umpan menggunakan kaki kanan atau kiri hingga penempatan posisi, pelatih 33 tahun itu cukup tegas.

Tak jarang para pemain yang “aneh-aneh” dalam mengumpan ditegurnya. Dia ingin para pemain bermain lebih simpel, tak lama-lama bermain dengan bola dan fokus pada skema. “Mainnya biasa saja, tidak usah aneh-aneh,” teriak tim pelatih, menerjemahkan perkataan Annese.

Annese saat menjelaskan skema yang diinginkannya kepada para penggawa PSIS Semarang. Foto : Nofik Lukman Hakim

Annese turun sendiri memberi contoh. Apalagi dengan usianya yang masih cukup muda untuk ukuran pelatih, Annese masi mudah bergerak kesana-kemari. “Dia menolak tawaran penerjemah karena ingin belajar bahasa Indonesia dan ingin komunikasi langsung,” tambah Setyo.

Meski kelelahan dan cukup kepanasan, para penggawa PSIS begitu menikmati. Akbar Riansyah salah satunya. Pemain berposisi bek kanan itu dengan serius menjalani sesi latihan, dari awal sampai akhir.

“Coach latihannya agak siang. Memang panas. Tapi tidak masalah. Karena ini sudah programnya dan kita bersemangat dalam latihan,” ucapnya.

Hal sama diungkapkan kapten PSIS, Haudi Abdillah. Dia dan rekan-rekannya mengaku enjoy dan bersemangat mengikuti latihan dari awal sampai akhir. “Sebagai pemain kita harus siap mengikuti model latihan apapun. Kami sangat menikmati,” jelasnya.

Program latihan ini juga membawa berkah tersendiri bagi kantin Terang Bangsa yang ada di komplek lapangan. Air mineral yang disajikan selalu diserbu para pemain. Pada Rabu kemarin, ada dua dus air mineral yang diserbu para penggawa Mahesa Jenar.

Nofik Lukman Hakim