Penilaian Pelatih PSS Sleman Soal Kekuatan Persija

Seto Nurdiyantoro (pojok kiri) bersama para pemain saat menyaksikan pertandingan Persija Jakarta melawan Madura United dari sudut Stadion Maguwoharjo, Jumat (8/3/2019). Foto : Nofik Lukman Hakim

Persija Jakarta menghadapi jadwal sangat padat selama bulan Maret. Dalam sebelas hari, skuat besutan Ivan Venkov Kolev melakoni akan melakoni empat pertandingan berat.

Tim Macan Kemayoran sudah melalui dua laga grup D Piala Presiden 2019 dengan bagus. Pada Selasa (5/3/2019) lalu, Persija menang 5-0 atas Borneo FC. Lalu saat melakukan rotasi besar-besaran, Persija bermain imbang dengan Madura United 2-2, Jumat (8/3/2019).

Persija masih menyisakan dua laga lagi. Selasa (12/3/2019) esok, Persija melawan Shan United dalam lanjutan grup G Piala AFC 2019 di Myanmar. Setelah pertandingan, skuat Persija pulang ke Indonesia dan menghadapi PSS Sleman pada Jumat (15/3/2019) mendatang.

Bila melihat agenda super padat Persija, di atas kertas PSS Sleman paling diuntungkan. Skuat Persija sudah pasti dalam kondisi kelelahan setelah menjalani tiga laga berat dan perjalanan bolak-balik Indonesia-Myanmar.

Namun penilaian berbeda diungkapkan pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro. Menurutnya, Persija bukanlah tim dengan materi jomplang, apalagi minim. Kedalaman skuat Persija sangat mendukung untuk dilakukan rotasi di setiap pertandingan.

Baca Juga  Marko Simic Optimis Bisa Lebih Menggila di Mulut Gawang Lawan

Dari segi kualitas, rotasi tak berpengaruh banyak. Buktinya saat lawan Madura United, Persija bisa mengimbangi meski ada delapan pemain yang kena rotasi.

“Persija tim yang sangat lumayan. Kedalaman skuatnya bagus, untuk melakukan pergantian pemain tidak susah. Mereka pasti akan tampil maksimal karena yang menang pasti akan lolos,” kata Seto Nurdiyantoro.

Seto memastikan timnya akan bersiap serius untuk melakoni laga penentuan ini. Jeda cukup panjang dimanfaatkan untuk pengembalian kondisi, sekaligus merancang strategi menghadapi Persija. Tim akan memulai latihan di Stadion Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Senin (11/3/2019) sore.

“Tentunya kami juga akan melakukan hal yang sama, karena kalau kami menang pasti bakal lolos. Kali ini jeda waktunya agak panjang sehingga kami lebih maksimal dalam mempersiapkan tim,” tuturnya.

Nofik Lukman Hakim