PSIM Jogja Masih Butuh Waktu untuk Berbenah

Penyerang PSIM Jogja, Arif Tumin saat berusaha menembus lini belakang PSCS Cilacap dalam uji coba di Stadion Sultan Agung Bantul, Sabtu (31/3/2018). Foto : Richie Setiawan

BANTUL – Pelatih PSIM Jogja Erwan Hendarwanto menilai timnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah sebelum turun di kompetisi Liga 2 2018. Dari segi fisik, alur bola hingga penyelesaian akhir masih jauh dari standardnya.

Laskar Mataram berhasil menekuk PSCS Cilacap 1-0 dalam laga uji coba di Stadion Sultan Agung, Sabtu (31/3/2018). Gol tunggal kemenangan PSIM dicetak Riskal Susanto lewat titik putih menit 47.

Dalam laga itu, PSIM terlihat masih kesulitan mengembangkan permainan. Sejumlah peluang yang didapat cenderung tak berbahaya. Kiper PSCS M Ihsan Ramadani pun tak banyak bekerja sepanjang pertandingan.

Erwan pun mengakui hal itu. Para pemain yang baru bersiap dua pekan belum bermain sesuai harapan. Masih ada banyak hal yang harus diperbaiki sebelum turun di kompetisi nanti.

“Kita bukan tukang sulap, kita bukan tukang sihir yang serta merta timnya jadi bagus. Membentuk tim itu seperti membenarkan bola plastik yang bocor. Dipukul satu sisi, dan sisi sebaliknya sampai jadi bulat. Butuh kesabaran. Apalagi kita baru sepuluh hari latihan,” terang Erwan usai pertandingan.

“Ya ini sudah ada progres, dari pada pertandingan di Cilacap. Terutama organisasi dari belakang ke tengah, ada rotasi, ada jarak yang bisa terjaga. Cuma masalah sekarang mengkreasi serangan di sepertiga akhir masih buntu,” lanjutnya.

Namun Erwan mengapresiasi usaha para pemain untuk meraih kemenangan. “Teman-teman pemain sudah memberikan yang terbaik, meski masih banyak kesalahan. Terutama soal fisik kita masih kalah dari PSCS,” jelasnya.

“Jarak antarlini masih longgar, respon saat mereka kehilangan bola masih belum. Penyelesaian akhir jelek,” pungkas pelatih asal Magelang ini.

Nofik Lukman Hakim